FeatureHeadline

Kisah Komunitas Semarangker Menyingkap Kisah Tempat Seram Semarang, Ketemu Nonik Belanda di Kota Lama

×

Kisah Komunitas Semarangker Menyingkap Kisah Tempat Seram Semarang, Ketemu Nonik Belanda di Kota Lama

Sebarkan artikel ini
komunitas Semarangker
Para anggota Komunitas Semarangker saat menghadiri sebuah acara. (Dokumen Semarangker)

SEMARANG, beritajateng.tv – Saat sebagian besar orang menjauhi hal-hal mistis, sejumlah anggota komunitas malah memiliki ketertarikan dalam bidang spiritual. Para anggota Komunitas Semarangker contohnya.

Sesuai namanya, Semarangker merupakan wadah bagi orang-orang di sekitar Kota Semarang yang gemar menjelajahi tempat-tempat angker.

Komunitas Semarangker sendiri berdiri sejak tahun 2007 silam. Pendirinya Pamuji Yuono, atau yang terkenal dengan panggilan Master Pamerado.

BACA JUGA: Modifikasi Tokoh Legenda 90-an, Begini Sinopsis Film Horor Baru ‘Lampir’, Segera Tayang Akhir Tahun 2023

Komunitas Semarangker berawal dari sekumpulan orang-orang penakut yang memiliki rasa penasaran tinggi.

“Dulu ada tiga orang awalnya Master atau Pak Pamuji, Pak Andik, dan Pakde Ari Songkel, tiga orang itu takut sama setan. Tapi untuk mengurangi rasa takut mereka malah mencoba menjelajah dan memecahkan mitos-mitosnya,” ungkap Ketua Srikandi Semarangker, Febri Osi Wahyu atau yang akrab dengan panggilan Bunda Osi kepada beritajateng.tv.

Osi melanjutkan, Semarangker masih bersifat tertutup hingga tahun 2012. Artinya, hanya beberapa orang yang sudah kenal saja bisa menjadi anggota atau ikut dalam penjelajahan.

Namun, setelah banyak teman yang datang dan berkumpul, Semarangker lalu resmi menjadi sebuah komunitas yang dapat diikuti oleh siapa saja. Bahkan, mereka kemudian mengadakan Semarangker Tour perdana dengan lokasi di eks Hotel Sky Garden, Bukit Gombel, Semarang.

“Akhirnya jadi komunitas orang-orang yang takut akan hal gaib. Akhirnya anggotanya semakin bertambah, jadi komunitas terus dibagi-bagi divisinya,” lanjutnya.

BACA JUGA: Kisah Menyeramkan di Villa Tua, Begini Sinopsis Film Kutukan Sembilan Setan, Bikin Merinding!

Saat ini, kata Osi, terdapat enam divisi yang masing-masing memiliki anggota dan tugasnya sendiri. Keenam divisi tersebut antara lain Divisi Sosial dan Alam, Seni dan Kreatif, Jelajah dan Survey, Keamanan dan Satwa-Paspamwa, Srikandi, dan Perlengkapan.

“Kami kerjaannya nggak hanya penjelajah angker, tapi juga sosial itu tadi. Mengumpulkan anak-anak komunitas yang lain
untuk kegiatan sosial seperti bagi takjil misalnya,” imbuhnya.

Komunitas Semarangker larang anggota melamun saat ikut tour

Sementara itu, salah satu tempat yang paling Osi ingat adalah ketika menjelajahi eks Hotel Sky Garden Semarang. Bersama Semarangker, Osi mengaku timnya tidak menghadapi pengalaman horor yang serius pada tempat itu.

Padahal, menurut mitos yang beredar, eks Hotel Sky Garden memiliki banyak penunggu yang kerapkali menyebabkan pengendara yang melintas terlibat kecelakaan.

“Mitosnya gitu, di kolam renangnya hotel mitosnya penunggunya ada disitu, seperti pohon gede. Tapi kami kesana kok nggak pernah ketemu,” jelasnya.

BACA JUGA: Film Horor Waru Adaptasi Novel Best Seller Akan Tayang di 8 Negara, Termasuk Indonesia?

Selain itu, ia juga pernah terlibat dalam penjelajahan Semarangker di Lawang Sewu. Sedangkan terbaru, ia juga turut bergabung dalam penjelajahan di Kota Lama.

“Di Kota Lama menyusuri belakang gedung akar besar. Mitosnya ada nonik-nonik Belanda, kebetulan saya ketemu kemarin. Nggak utuh full kelihatan semua, tapi mukanya hancur separuh,” ucapnya.

Sering mengikuti penjelajahan tempat mistis, Osi kemudian memberikan beberapa wejangan. Khususnya bagi masyarakat umum yang ingin mengikuti Semarangker Tour.

“Nggak boleh laper, harus kenyang, nggak boleh ngelamun. Nggak boleh berimajinasi ngeliat apa-apa, nanti masalahnya mereka akan membentuk simulasinya,” ujarnya. (*)

Editor: Ricky Fitriyanto

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp