Ia bercerita, Desa Tambakromo itu merupakan kampung di Pati yang menurut Gerry tak begitu maju secara ekonomi. Hal yang membuatnya heran, tak sedikit penduduk di sana yang memiliki mobil bagus.
“Dia (Tambakromo) itu kampung, yang namanya di desa, rumahnya kan rumah kayu. Mohon maaflah, ekonominya ya ora (tidak) maju, tetapi di sana mobilnya bagus-bagus semua,” paparnya.
Saat hendak menembus mobil Avanza Veloz miliknya, Gerry tak segan membawa anggota Polrestabes Semarang untuk berjaga-jaga. Namun sayang, kendati sudah membawa aparat penegak hukum, Gerry tetap merogoh kocek hingga Rp25 juta untuk menebus mobil miliknya sendiri.
“Kalau ke sini bawa uang, mobilnya ada. Tetapi kalau ke sini bawa polisi, mobilnya gak akan keluar. Mereka (penadah) bilang begitu. Bahkan GPS sudah dimatikan sama dia, itu kan artinya semua ‘pemain’ di sana (Pati),” bebernya.
Saat ini, Mobil Avanza Veloz miliknya itu pun sudah laku terjual.
“Mobilnya sudah saya jual. Kalau saya melihat yang viral itu, saya sudah tidak kaget. Bahkan teman-teman di grup rental hanya tertawa saja karena kejadian itu sudah lama terjadi,” jelasnya.
BACA JUGA: Video Baru 3 Tersangka, Pelaku Pengeroyokan Bos Rental Mobil Polisi Minta Serahkan Diri
Pati sumbang penadah mobil terbanyak se-Jawa Tengah, Gerry singgung jaringan Timor Leste
Menekuni usaha rental mobil bertahun-tahun, Gerry membenarkan wilayah Pantura Jawa Tengah, utamanya Pati, merupakan ‘kandang penadah’. Bahkan, Pati ia sebut sebagai wilayah dengan penadah mobil terbesar di Jawa Tengah.
“Memang banyak pemain atau penadah mobil rental, bodong, banyak di situ (Pati). Termasuk motor, penadahnya paling besar di sana. Karena dari dulu jaringannya lempar ke Timor Leste,” terangnya.
Atas kejadian viral tersebut, memperketat syarat untuk sewa mobil lepas kunci pun tak bisa langsung menjadi solusi. Sebab, aku Gerry, memperketat syarat pun tak menjamin unit mobil sewaan bakalan aman.





