Feature

Kisah Toko Maganol Semarang, Ramai Diburu Tatkala Musim Layang-layang

×

Kisah Toko Maganol Semarang, Ramai Diburu Tatkala Musim Layang-layang

Sebarkan artikel ini
Kisah Toko Maganol Semarang, Ramai Diburu Tatkala Musim Layang-layang
Toko Layang-layang Maganol Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

Namun, untuk menjaga bisnis musiman seperti ini tak mudah. Barang rentan rusak jika salah penyimpanan. Pasalnya benang dan layangan itu musuh utamanya adalah air dan kutu bambu.

“Pernah juga satu tahun penuh nggak ada musim layangan. Nggak tahu kenapa. Tapi ya tetap kita buka. Tahu-tahu anak-anak mulai main dan toko kami mulai ramai lagi,” bebernya.

Setelah lebih dari 60 tahun, Mulyono masih mengelola Maganol dengan semangat yang sama. Dia mulai memegang penuh toko ini sejak awal 1980 dan berharap ada yang melanjutkan meski ia sendiri tak bisa memastikan.

“Anak saya dua. Yang sulung sudah meninggal. Kalau ada yang mau nerusin, ya syukur. Tapi semua kan nggak bisa dipaksakan,” tandasnya.

Dari rumah toko yang sederhana di MT Haryono, Maganol tetap berdiri. Setiap musim kemarau, ia kembali menghidupkan langit Semarang dengan warna-warni layangan dan kenangan masa kecil yang tak lekang oleh waktu. (*)

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp