Scroll Untuk Baca Artikel
HeadlineJatengNasionalNews Update

Kisruh Wadas, Dewan Minta Aparat Hentikan Tindakan Represif

×

Kisruh Wadas, Dewan Minta Aparat Hentikan Tindakan Represif

Sebarkan artikel ini
Mahfud Jateng
Ketua DPW PPP Jawa Tengah, Masruhan Samsurie. (Foto: Dok. Pribadi)

SEMARANG, 10/2 (beritajateng.tv) – Aparat diminta menghentikan cara-cara yang dianggap represif dalam menangani permasalahan yang muncul di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo juga didesak menginisiasi terwujudnya dialog yang melibatkan pihak pro dan kontra dengan penambangan andesit di Desa Wadas.

Anggota Komisi A DPRD Jateng Masruhan Samsurie mengatakan, sangat tidak berperikemanusiaan jika pemerintah sekarang menggunakan cara represif dalam menangani persoalan tersebut. Menurutnya, tindak represif kerap dialami warga di zaman Orde Baru (Orba). Dia tak ingin penanganan permasalahan di Desa Wadas dilakukan seperti saat pembangunan Waduk Kedungombo.

“Tentu masih ingat ketika rezim Orba membangun Waduk Kedungombo. Saya punya pengalaman pahit dengan waduk di Boyolali tersebut ketika menjadi wartawan dan meliput perilaku represif apparat,” ujar politisi PPP tersebut.

Masruhan menambahkan, saat itu berbulan-bulan suasana mencekam, penuh ketakutan dan menelan banyak korban warga Kemusu dan sekitarnya. Dia tak ingin cara tersebut berulang dan dipertontonkan ke masyarakat.

Menurutnya, masih belum terlambat untuk diadakan dialog dan musyawarah yang diikuti para pihak terkait. “Saya yakin hanya dengan musyawarah konflik akan akan bisa tertangani meskipun mungkin membutuhkan waktu yang lama,” paparnya.

Dia juga mendesak Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengadakan dialog dengan pihak pro dan kontra. “Gubernur perlu lebih intervensif menginisiasi terwujudnya dialog dengan melibatkan pihak yang pro dan kontra dengan melibatkan tokoh-tokoh masyarakat dan kyai,” ungkapnya.

“Saya percaya proyek itu akan membawa manfaat juga pada masyarakat. Karena itu, untuk sebuah tujuan yang bagus harus ditempuh dengan cara yang bagus, yakni dialog dan musyawarah,” katanya. (RI)

Tinggalkan Balasan