Kuncar juga mengaku belum pernah berkomunikasi langsung dengan PT Agrinas mengenai rencana penggunaan gedung tersebut.
Ia mengatakan, pembangunan gedung KKMP Sampangan sebelumnya terawali pengurus dengan mengurus perizinan yang lurah dan camat ketahui untuk kemudian mendapatkan persetujuan pemerintah kota.
Pengurus KKMP Sampangan Mengaku Kaget
Kondisi tersebut membuat pengurus KKMP Sampangan merasa terkejut. Terlebih, menurut Kuncar, perintah untuk mengosongkan bangunan tersampaikan secara lisan.
Kuncar berharap ke depan setiap kebijakan yang berkaitan dengan koperasi dapat tersampaikan secara tertulis dan disosialisasikan kepada pengurus maupun anggota.
“Pengurus itu kan manusia, mereka langsung down, kaget itu kan, merasa kenapa kok kami dapat perlakuan seperti itu,” katanya.
Meski demikian, Kuncar menegaskan pengurus tidak ingin mengambil langkah yang justru memperkeruh keadaan. Komunikasi dengan pemerintah dan pihak terkait akan tetap dilakukan.
“Kami tetap berkomitmen untuk selalu berkomunikasi. Kita sama-sama karena kami sudah mendapat amanah untuk menjaga secara organisasi KKMP Sampangan. Dan kami juga mendapat amanah untuk menjaga keanggotaan di Sampangan,” ujarnya.
Omzet KKMP Sampangan Capai Rp70 Juta per Bulan
Di tengah persoalan gedung, Kuncar menyebut aktivitas usaha KKMP Sampangan sebelumnya justru menunjukkan perkembangan positif.
Dalam tiga hingga empat bulan terakhir, omzet koperasi telah berada di kisaran Rp60 juta hingga Rp70 juta per bulan.
“Rata-rata omzet penjualan di KKMP Sampangan sudah menginjak Rp60 sampai Rp70 juta,” katanya.
Bahkan, pada Agustus 2026, omzet perkiraannya bisa menyentuh Rp100 juta karena KKMP Sampangan terpercaya mendukung program Gerakan Pangan Murah (GPM).
KKMP Sampangan tidak hanya melayani kebutuhan warga di Kelurahan Sampangan. Sejumlah wilayah lain juga mengambil stok dari koperasi tersebut, antara lain Bendan Ngisor, Petompon, Lempongsari, hingga Gisikdrono.
Kuncar mengatakan, kondisi stok yang cukup memadai membuat KKMP Sampangan terpercaya untuk memenuhi kebutuhan kegiatan pangan murah di sejumlah wilayah.
“Target saya nanti total selama setahun itu di atas Rp600 juta harapannya. Tapi dengan kondisi seperti ini ya saya masih pesimis,” ujarnya.





