Hukum & Kriminal

Konflik Bangunan Resto dan Rumah Mewah Jalan Sultan Agung Berlanjut, TPA Distaru Lakukan Kajian Teknis

×

Konflik Bangunan Resto dan Rumah Mewah Jalan Sultan Agung Berlanjut, TPA Distaru Lakukan Kajian Teknis

Sebarkan artikel ini
Proyek yang sempat menuai keluhan itu kini masuk tahap pengkajian teknis oleh Tim Pengkaji Ahli (TPA) Dinas Tata Ruang Kota Semarang.
Tim Pengkajian Ahli (TPA) Dinas Tata Ruang Kota Semarang melakukan kajian teknis di lokasi pembangunan resto Jalan Sultan Agung Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

Menurut Tendy, dugaan penggunaan lahan itu terjadi karena bangunan restoran membuat basement terlalu mepet dengan rumah warga demi memaksimalkan ruang.

“Kami menduga tanah klien kami mereka gunakan untuk pondasi bangunan resto. Kemungkinan karena bangunan sangat dekat,” ujarnya.

Melihat Langsung Kondisi Bangunan

Dalam peninjauan tersebut, kedua belah pihak hadir bersama Tim Pengkaji Ahli. Kepala Bidang Tata Bangunan, Gita Alfa Arsyadha, turut mendampingi tim selama proses pemeriksaan di lapangan.

“Tadi tim ahli juga melihat kondisi bangunan di belakang rumah klien kami. Yang kami persoalkan adalah titik yang sangat dekat dengan rumah, karena ada dugaan tanahnya ikut tergerus,” lanjut Tendy.

Ia juga mengungkapkan telah mengantongi dokumentasi video saat proses penggalian berlangsung. Dalam rekaman tersebut, terlihat alat berat menggali tanah di titik yang kini menjadi pusat sengketa.

“Kalau dilihat dari video, tanah itu seperti dilubangi lalu ditutup kembali dan digunakan sebagai pondasi bangunan restoran,” tegasnya.

Soal dugaan luasan lahan terdampak, Tendy belum bisa memastikan secara rinci. Namun ia menegaskan bahwa area yang kliennya permasalahkan merupakan bagian vital bangunan rumah.

“Pondasi itu bagian paling penting. Berapa meter masuknya nanti biar ahli yang menentukan. Kami serahkan ke pihak berwenang,” katanya.

Selain dugaan penyerobotan lahan, pihak warga juga mengklaim mengalami kerugian materiil. Getaran alat berat saat penggalian disebut menyebabkan retakan pada bangunan rumah. Bahkan, sebuah genset yang berada di atas rumah kliennya menurutnya sempat jatuh.

“Waktu alat berat bekerja, getarannya sangat terasa. Akibatnya ada bagian bangunan yang retak dan genset di atas rumah jatuh,” ungkap Tendy.

Telah Beberapa Kali Mediasi, Berakhir Buntu

Ia menyayangkan konflik ini belum juga selesai meski telah beberapa kali dimediasi. Pihaknya berharap ada pertanggungjawaban yang jelas dari pengembang restoran.

“Kami hanya minta pertanggungjawaban. Kenapa pondasi rumah klien kami digali dan digunakan untuk kepentingan bangunan mereka,” tegasnya.