Ekbis

Konsumsi Ikan Warga Jawa Tengah Rendah Meski Tingkat Produksi Tinggi Capai 1 Juta Ton, Sekda: Bukan Budaya Kita

×

Konsumsi Ikan Warga Jawa Tengah Rendah Meski Tingkat Produksi Tinggi Capai 1 Juta Ton, Sekda: Bukan Budaya Kita

Sebarkan artikel ini
Lahan Koperasi Merah Putih | sumarno
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, saat dijumpai di Gedung Berlian, Kota Semarang, Jumat, 14 Agustus 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Jawa Tengah memiliki produksi ikan yang melimpah, namun tingkat konsumsi ikan masyarakatnya masih rendah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Sumarno, menyebut produksi ikan Jateng hampir mencapai 1 juta ton, sedangkan konsumsi masyarakat hanya sekitar 16 kilogram per kapita per tahun.

Menurut Sumarno, kondisi tersebut bukan ԁisebabkan minimnya ketersediaan ikan maupun harga yang mahal, khususnya di Jateng bagian tengah.

Tak cuma itu, Sumarno menilai kebiasaan masyarakat Jawa Tengah yang lebih banyak mengonsumsi daging dan ayam menjadi salah satu faktor rendahnya konsumsi ikan.

Hal itu Sumarno ungkap saat beritajateng.tv jumpai di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Rabu, 30 September 2026.

BACA JUGA: Ikan Bakal Masuk Menu MBG 2 Kali Seminggu, Wamen KKP: Implementasinya Bertahap

“Karena memang budaya ya, masyarakat Jawa Tengah itu kan enggak makan ikan. Tadi saya komplain sama Pak Wamen KKP. ‘Jawa Tengah kok masih rendah?’ Iya, Pak. Kuliner kita saja, Bapak tadi turun dari pesawat makan apa, Pak? ‘Makan soto.’ Lah iya, soto itu ikan apa bukan? gitu. Jadi kulineran di Jawa Tengah juga daging semua, ya,” tutur dia.

Sumarno mengatakan, mengubah kebiasaan masyarakat tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi Pemprov untuk meningkatkan konsumsi ikan. Ia menuturkan, ikan sebenarnya memiliki harga yang lebih terjangkau ԁibandingkan daging sapi maupun ayam.

Sumarno menyebut tingkat konsumsi ikan masyarakat Jawa Tengah saat ini sekitar 16 kilogram per kapita per tahun. Angka tersebut, kata dia, masih lebih rendah ԁibandingkan sejumlah daerah lain yang memiliki budaya konsumsi ikan lebih kuat.

Ia mencontohkan, masyarakat di sejumlah wilayah Jawa Tengah bagian tengah seperti Solo dan Boyolali secara tradisional lebih banyak mengonsumsi ikan dalam bentuk ikan kecil atau ikan yang telah ԁiawetkan.

“Kalau jenengan tahu kan, di Jawa Tengah itu paling maksimal cuma makan gereh, gitu,” tuturnya.

Masalah Konsumsi Ikan di Jawa Tengah Bukan Soal Sulit atau Mahal