Gaya Hidup

Kontroversi Film Kiblat yang Dibintangi Ria Ricis, MUI: Kampanye Hitam Terhadap Ajaran Agama

×

Kontroversi Film Kiblat yang Dibintangi Ria Ricis, MUI: Kampanye Hitam Terhadap Ajaran Agama

Sebarkan artikel ini
Film horor 2024
Poster film horor Kiblat. (Foto: Instagram/@filmkiblat)

SEMARANG, beritajateng.tv – Film horor berjudul Kiblat yang dibintangi oleh Ria Ricis kini menuai kontroversi. Adapun hal ini karena film tersebut mendapat anggapan mendiskreditkan salah satu agama.

Kontroversi film Kiblat ini juga turut mendapatkan anggapan dari KH Cholil Nafis yang merupakan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Ia menyebut bahwa selama ini dunia hiburan kerap menggunakan materi yang kontroversi dan sensitif untuk upaya mempromosikan sesuatu.

Terkait dengan adanya film Kiblat ini, Cholil Nafis tak bisa membiarkan perilisan tontonan horor tersebut.

“Acapkali menggunakan promosi sensitif dan kontroversi agar menarik perhatian dan banyak penonton. Tapi, kalau menyinggung agama biasanya malah tak boleh orang tonton.” Katanya melalui akun Instagram-nya, @cholilnafis.

Soroti poster film Kiblat

Tak hanya mengomentari pihak produksi, Cholil juga menyoroti poster film yang menampakkan seseorang yang sedang rukuk saat melakukan ibadah salat.

BACA JUGA: Bintangi Film Horor ‘Kiblat’, Ria Ricis Mengaku Sempat Tak Fokus Karena Masalah Ini

Cholil mempertanyakan mengapa menggunakan gambar yang seram untuk mendeskripsikan film horor tersebut.

“Saya tak tahu isi filmnya, maka belum bisa komentar. Tapi, gambarnya seram, kok judulnya kiblat ya.”

“Saya buka-buka arti kiblat hanya Ka’bah, arah menghadapnya orang-orang salat.”

Cholil pun menyebut jika apa yang ia tulis ini benar, maka film Kiblat masuk ke dalam kampanye hitam.

“Kalau ini benar, sungguh film ini tak pantas diedar dan termasuk kampanye hitam terhadap ajaran agama.”

“Maka, film ini harus diturunkan dan tak boleh tayang,” beber Cholil.

Penarikan poster oleh LSF

Di sisi lain, Ervan Ismail selaku Wakil Ketua Lembaga Sensor Film (LSF) mengungkapkan bahwa film horor ini belum masuk sensor.

Namun, ia menyebut bahwa materi iklan film tersebut sudah tertera Surat Tanda Lulus Sensor (STLS).

“Film Kiblat belum masuk sensor LFS. Untuk iklannya sudah ada STLS sebagai iklan film, poster film tepatnya,” ungkap Ervan.

Meski sudah menerbitkan surat tersebut, LSF telah menarik poster film Kiblat. Adapun kebijakan tersebut  merupakan kewenangan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek).

“Poster merupakan bagian dari promosi atau iklan. Kewenangan ada pada menteri (Mendikbud) atas masukan dari berbagai pihak termasuk LSF,” jelas Ervan.

Sebagai informasi, film Kiblat mengisahkan perjalanan Ainun (Yasmine Napper) yang terjebak dalam aliran sesat saat berusaha mengenal sang abah yang telah meninggal.

BACA JUGA: Sahabat Ria Ricis Ungkap Soal Perceraian, Sindir Sifat Asli Teuku Ryan dengan Keluarga?

Demi mengenal sang ayah, Abah Mulya (Whani Darmawan), Ainun masuk sebagai anggota sebuah ajaran yang ayahnya sebarkan di desanya.

Sejak saat itu, Ainun dan dua sahabatnya, Rini dan Bagas (diperankan oleh Ria Ricis dan Arbani Yasiz), diganggu oleh makhluk tak kasat mata. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp