BLORA, beritajateng.tv – Pemerintah Kabupaten Blora menyatakan siap mengimplementasikan Program Insersi Pendidikan Perkoperasian yang Pemerintah Provinsi Jawa Tengah luncurkan. Program tersebut akan mulai diterapkan pada tahun ajaran 2026/2027 dan menyasar jutaan peserta didik dari jenjang SD hingga SMA di seluruh Jawa Tengah.
Komitmen itu Wakil Bupati Blora Sri Setyorini sampaikan usai menghadiri peluncuran program yang digelar di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Jumat, 5 Juni 2026.
Menurut Sri Setyorini, pendidikan perkoperasian memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang mandiri. Juga memiliki jiwa kewirausahaan, serta memahami nilai-nilai ekonomi kerakyatan.
“Pendidikan perkoperasian perlu dikenalkan sejak dini agar anak-anak memahami nilai kebersamaan, tanggung jawab, dan kemandirian ekonomi sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.
Wabup yang akrab dengan sapaan Bu Dhe Rini itu mengatakan Pemkab Blora akan segera melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah. Khususnya jenjang SD dan SMP yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten.
BACA JUGA: Kabar Baik dari Semarang, Blora Aman dari Pembatasan Lahan Sawah Terlindungi
Menurutnya, penerapan program akan berlangsung secara bertahap dengan menyesuaikan kesiapan masing-masing satuan pendidikan.
“Implementasinya bisa mulai dari SMP terlebih dahulu. Kemudian SD. Kami akan menyiapkan langkah-langkah agar program ini berjalan optimal,” katanya.
Ia menegaskan pendidikan perkoperasian tidak akan menjadi mata pelajaran baru. Materi koperasi nantinya di integrasikan ke dalam mata pelajaran yang sudah ada melalui metode insersi kurikulum.
“Jadi tidak ada tambahan pelajaran baru yang membebani siswa. Materi koperasi akan di sisipkan pada mata pelajaran yang relevan sehingga lebih mudah terpahami,” jelasnya.
Program Insersi Pendidikan Perkoperasian merupakan inisiatif Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk memperkenalkan konsep koperasi kepada generasi muda sejak usia sekolah. Program ini akan menjangkau sekitar 6,38 juta peserta didik mulai dari SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA hingga SLB.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyebut program tersebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat pemahaman generasi muda terhadap koperasi sebagai salah satu pilar ekonomi nasional.




