SEMARANG, beritajateng.tv – Beberapa waktu lalu kasus penipuan arisan online oleh oknum ASN Bapenda Jateng mulai mendapat sorotan. Pasalnya, para korban penipuan tersebut mengalami kerugian hingga miliaran rupiah.
Sejauh ini, baru belasan korban penipuan arisan online tersebut yang melapor ke pihak berwajib. Mereka semua melapor ke Ditreskrimsus Polda Jawa Tengah. Saat ini pihak kepolisian itu tengah menyelidiki YPM, sang terduga pelaku.
Awak beritjateng.tv berhasil menemui salah satu korban penipuan arisan online yang berinisial M. Kini ia masih terbaring sakit di salah satu rumah sakit di Semarang.
M pun menuturkan bahwa ia kenal dengan sang pelaku, YPM. Bahkan, YPM sendiri merupakan salah seorang temannya.
BACA JUGA: Video Tagih Uang Arisan Online, Kantor Bapenda Jateng Dikirimi Karangan Bunga
Pada kasus penipuan arisan online tersebut, YPM berperan sebagai bandar atau admin arisan online Japo.
“YPM mengajak para korban mengikuti arisan online melalui pesan WhatsApp,” sambungnya.
Pelaku Penipuan Arisan Online Sasar Korban via Japri Chat WhatsApp
Lebih lanjut, M pun menambahkan, “Modusnya cuma WA online, siapa mau ikut ia japri satu persatu, oleh bandar atau admin untuk mengikuti beberapa Japo. Ada Japo 100, 125, 50, 75.”
M sendiri mulai mengikuti arisan online tersebut mulai bulan Oktober 2021. Namun, YPM si admin tidak membayarkan uang arisan mulai bulan Februari 2022.
Sementara itu, kerugian yang ia alami mencapai Rp 817 juta. Hingga kini, baru sekitar 18 anggota arisan yang menempuh jalur hukum. Sementara sebagian sisanya belum ikut melapor.
M berharap terduga pelaku bisa mengembalikan uang arisannya. Ia juga berharap kepada Bapak Kapolrestabes Semarang agar proses penanganan perkaranya bisa tertangani dengan tepat, transparan, dan adil.
Sebelumnya, beritajateng.tv telah berupaya melakukan klarifikasi pada YPM, namun hingga saat ini belum mendapatkan respons. Pesan WhatsApp yang awak beritajateng.tv kirimkan ke ponsel YPM hanya beroleh centang satu. (*)
Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi





