BLORA, beritajateng.tv – Jumlah korban tewas akibat kecelakaan kerja pengembangan pembangunan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Blora bertambah satu, sehingga total korban tewas menjadi empat orang.
Bupati Blora, Arief Rohman, bersama Forkopimda pun melakukan kunjungan untuk menengok korban yang masih dalam perawatan.
BACA JUGA: 3 Pekerja Bangunan di Proyek Gedung RS PKU-Muhammadiyah Blora Tewas, Dugaan Jatuh dari Lantai 5
Lima orang korban dirawat di RS PKU Muhammadiyah, sedangkan tiga orang dirujuk ke RS Ortopedi Solo, dan satu orang ke RSUD Dr. Soetidjono Blora.
Arief Rohman menyatakan rasa prihatin yang mendalam atas insiden tersebut dan memberikan belasungkawa kepada keluarga korban yang meninggal.
BACA JUGA: Viral Video Kecelakaan Kerja di Proyek RS PKU-Muhammadiyah Blora, 10 Pekerja Patah Tulang
“Kami turut prihatin atas insiden yang terjadi kemarin. Pihak PKU Muhammadiyah akan bertanggung jawab penuh. Rencananya besok korban akan operasi,” ungkap Arief Rohman, Minggu, 9 Februari 2025.
Direktur RS PKU Muhammadiyah Blora, Tegar Muhammad Wijaya, menambahkan bahwa pihaknya akan bertanggung jawab penuh atas perawatan dan pemulihan para korban.
BACA JUGA: PWI Blora Gandeng Baznas Salurkan Sembako, Bergerak untuk Berdampak
“Mereka kan bekerja di sini, tentunya kami akan bertanggung jawab atas insiden ini,” ungkap Tegar.
Para korban yang dalam perawatan tersebut memperoleh bantuan sosial dari instansi terkait, termasuk Dinas Sosial dan Baznas dan instansi terkait lainnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





