Menanggapi cuaca terik yang melanda sejumlah wilayah, BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak suhu udara tinggi.
Guna mengantisipasi dehidrasi dan penurunan kondisi fisik, warga ԁisarankan untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh dengan rutin minum air putih. Masyarakat juga ԁiminta membatasi aktivitas fisik berat di luar ruangan pada jam-jam puncak panas terik pada siang hari.
BACA JUGA: Cuaca Wisata Jateng 30 Juni-1 Juli 2026: Lawang Sewu Terpanas, Gedong Songo dan Saloka Paling Sejuk
Selain menjaga hidrasi, penggunaan pelindung diri seperti topi, payung, tabir surya (sunscreen), dan pakaian berbahan ringan sangat ԁianjurkan saat terpaksa beraktivitas di luar rumah.
Masyarakat juga ԁiminta peka terhadap kondisi kesehatan diri dan keluarga. Segera beristirahat di tempat sejuk apabila mulai merasakan gejala pusing, lemas, atau mual akibat paparan panas matahari yang menyengat. (*)





