SEMARANG, beritajateng.tv – Pengamat politik Hersubeno Arief menyoroti program makan bergizi gratis (MBG) yang menyerap anggaran jumbo. Ia menyampaikan kritik tersebut melalui kanal YouTube-nya, Hersubeno Point, Sabtu, 18 April 2026.
Hersubeno mengingatkan publik tentang besarnya angka yang beredar. “Kita bicara soal program MBG yang anggarannya sudah mencapai Rp35 triliun,” tuturnya.
Ia pun menyinggung sinyal dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia mengutip peringatan lembaga antirasuah tersebut dengan tegas. “KPK mencium aroma yang sangat menyengat, bukan di piring [MBG] siswa, tapi di meja birokrasi,” ujarnya.
Hersubeno menilai lonjakan anggaran dari Rp1 triliun menjadi Rp35 triliun sangat tidak wajar. Kondisi tersebut membuka peluang praktik rente dalam skala besar. “Di mana ada gula sebanyak itu, pasti jadi bancakan para pemburu rente,” katanya.
BACA JUGA: KPK Bongkar 8 Titik Rawan Korupsi MBG, Soroti Regulasi hingga Pengawasan Lemah
Menurutnya, skala program belum diimbangi sistem pengawasan yang kuat. Ia menyoroti potensi kebocoran anggaran pada berbagai lini pelaksanaan. “Di celah pengawasan yang bolong, anggaran raksasa ini sangat rawan menguap,” tegasnya.
Sorotan tajam juga muncul pada pengadaan motor listrik. Badan Gizi Nasional (BGN) mengakui pembelian puluhan ribu unit dengan nilai triliunan rupiah. Ia mempertanyakan relevansi kebijakan tersebut terhadap kebutuhan gizi anak.
“Buat apa motor listrik sebanyak itu? Kebijakan tersebut tidak memiliki hubungan langsung dengan penanganan stunting.” ujar Hersubeno.
Selain itu, ia menyinggung pengeluaran lain yang dinilai tidak efisien. Anggaran untuk alat makan, atribut, dan jasa event organizer menjadi perhatian. “Ini yang bikin kita hanya bisa geleng kepala,” ucapnya.
KPK Soroti Delapan Titik Rawan Korupsi dalam Proyek MBG
KPK juga menemukan delapan titik rawan dalam tata kelola program. Masalah tersebut meliputi regulasi lemah, birokrasi panjang, hingga konflik kepentingan. Risiko data fiktif dan vendor tidak terverifikasi turut mengancam.





