Jateng

Kronologi Dugaan Perundungan Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran, Berawal dari Selebrasi

×

Kronologi Dugaan Perundungan Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran, Berawal dari Selebrasi

Sebarkan artikel ini
Perundungan siswa
Arief Prasetyo (48), orang tua siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran, Kabupaten Semarang, korban perundungan saat memberikan keterangan kepada awak media, di Langensari, Kecamatan Ungaran Barat, Senin 28 Desember 2026. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pengurus Yayasan SD Hj Isriati Moenadi Ungaran, Kabupaten Semarang, mengaku telah menginvestigasi terkait dugaan perundungan siswa di lingkungan sekolah tersebut.

Kepala Kepala SD Hj Isriati Moenadi Ungaran, Yosita Kumalasari, mengatakan, pihak yayasan mengambil langkah- langkah guna menangani dugaan perundungan atas salah satu siswa kelas IV Ahmad Dahlan.

Berdasarkan investigasi tersebut, kata dia, peristiwa dugaan perundungan berawal dari kegiatan pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) di kelas IV Ahmad Dahlan.

“Awalnya dari pembelajaran PJOK,” kata Yosita Kumalasari, di SD Hj Isriati Moenadi Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin 28 September 2026.

BACA JUGA: Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran jadi Korban Perundungan, Pelakunya dari Anak Pengurus Yayasan

Kronologinya, kata Yosita Kumalasari, ada pengambilan nilai dari murid yang terbagi menjadi dua tim. Tim yang mendapatkan nilai terbanyak kemudian melakukan selebrasi di depan tim yang kalah.

Tim yang kalah merasa tidak terima dan itu berlanjut pada pekan berikutnya, tepatnya di hari Rabu 23 September 2026. Saat itu terjadu usai ada kegiatan sholat zuhur berjamaah di musala sekolah.

“Dalam kejadian di kelas dua, tim murid laki- laki ada yang mengajak tim lain untuk berantem- beranteman atau perang- perangan. Akhirnya dari yang awalnya hanya main- main kemudian ada yang bertengkar beneran,” katanya.

Orang Tua Telepon Wali Kelas

Kemudian pada Rabu malam ada orang tua yang menelpon wali kelas atas apa yang dialami oleh anaknya. Sehingga pada Kamis 24 September 2026 siang Yosita dan wali kelas kemudian mengumpulkan para murid.

Hal Ini untuk mengetahui kronologisnya dari para murid yang mengetahui peristiwa tersebut. Pada hari yang sama Yosita dan beberapa guru sekolah juga menjenguk korban di rumahnya.

Saat itu mereka bertemu dengan ibu korban. Dia sempat menunjukkan ada luka lebam dan bibirnya mengalami bengkak.

BACA JUGA: Trauma Longsor Besar di Desa Ngrawan, Warga Tolak Eksplorasi Geothermal Gunung Telomoyo

Pada hari Jumat 25 September 2026 murid tersebut belum masuk sekolah. Pihak sekolah lantas mendapat kabar siswa tersebut telah menjalani perawatan di rumah sakit, karena mengalami demam tinggi. Sehingga pihak sekolah melalui wali kelas melakukan komunikasi dengan orang tua.

“Esoknya, orang tua datang ke sekolah. Dalam pertemuan tersebut kami sampaikan kronologis sesuai dengan keterangan yang sebelumnya disampaikan dari para murid,” katanya.

Terduga Pelaku Kekerasan Terima Konsekuensi

Masih kata Yosita, para murid yang dugaanya terlibat dalam perundungan, telah menerima konsekuensi yang lebih berat dari murid- murid lainnya.

“Mereka juga masih menjalani konsekuensi berupa pembinaan penguatan mental spritual di program Bengkel Akhlak sekolah,” katanya.

Kedepan, kata Yosita, sekolah sudah berbicara dengan orang tua yang menjadi korban. Ada satu titik temu, setelah pihak sekolah menyampaikan upaya yang diberikan dalam menyikapi persoalan tersebut.

BACA JUGA: Rencana Pemerintah Ngebor 19 Titik Geothermal di Jawa Tengah Terungkap

Termasuk juga sudah menghubungi orangtua anak yang terlibat untuk membantu memediasi.

“Masih menunggu waktu yang tepat antar orang tua korban maupun orang tua pelaku untuk bisa mediasi,” kata Yosita.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang murid kelas IV Ahmad Dahlan SD Hj Isriati Moenadi Ungaran diduga menjadi korban perundungan yang dilakukan oleh temannya di sekolah tersebut.

Akibat tindakan tersebut, korban tidak hanya mengalami trauma dan harus menjalani perawatan medis di Instalasi Gawat Darurat (IGD), di sebuah rumah sakit, di Kota Semarang. (*)

Editor: Diaz A Abidin

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp