SEMARANG, beritajateng.tv – Sebuah video yang memperlihatkan keributan di sekitar Taman Indonesia Kaya (TIK), Jalan Menteri Supeno, Kota Semarang, viral di media sosial. Dalam video tersebut, seorang pria terlihat menjadi korban pengeroyokan sekelompok remaja.
Video itu memperlihatkan kerumunan orang dan sejumlah remaja yang terlibat aksi saling dorong. Terdengar pula teriakan dari beberapa orang di tengah keributan.
Peristiwa tersebut terjadi pada Ahad, 4 Oktober 2026 sekitar pukul 02.15 WIB. Polisi menyebut keributan itu dugaannya bermula dari persoalan parkir hingga berujung pengeroyokan terhadap seorang juru parkir yang datang untuk melerai.
BACA JUGA: Polisi Rekonstruksi Kasus Mozza di Semarang, 2 Titik Penting untuk Cari Fakta Baru
Kapolsek Semarang Selatan Kompol Rismanto mengatakan, saat itu sejumlah remaja tengah nongkrong di sekitar TIK dan terlibat perselisihan dengan seorang tukang parkir.
“Juru parkir merasa terancam karena banyak yang mendatangi mereka. Kemudian salah satu temannya yang juga juru parkir di Jalan Pahlawan datang untuk melerai agar tidak terjadi keributan,” kata Rismanto di kantornya, Senin sore, 5 Oktober 2026.
Dia bilang, upaya untuk meredakan situasi tersebut justru berujung kekerasan. Sejumlah remaja kata dia, dugaannya mengeroyok tukang parkir tersebut.
BACA JUGA: 3 Toko Lumpia Legendaris Semarang, Sarat Cerita dan Makna Akulturasi Jawa – Tionghoa
Tukang Parkir Alami Luka Lebam
Lebih lanjut, Rismanto mengatakan, korban mengalami sejumlah luka lebam setelah mendapat kekerasan
Selain menggunakan tangan kosong, kata Rismanto, korban juga kena pukul menggunakan helm.
“Luka lebam karena pukulan tangan kosong. Informasinya, korban sempat kena pukul pakai helm. Dia datang untuk melerai dan mendamaikan, tetapi karena kondisi sudah emosi dan jumlah pemuda cukup banyak, korban akhirnya dipukuli,” jelasnya.
Rismanto bilang, polisi menerima informasi keributan tersebut melibatkan sekitar 20 orang. Perselisihan disebut berkaitan dengan persoalan pembayaran parkir.
“Sekelompok anak muda itu sekitar 20 orang. Masalah parkir, mereka tidak mau membayar parkir atau seperti apa? Informasinya seperti itu,” ucapnya.
BACA JUGA: Pakar Lingkungan SCU: Energi Matahari Minim Dampak Ketimbang Geothermal, Tapi Izin Panel Surya Sulit
Selain pengeroyokan, sempat beredar informasi mengenai dugaan penusukan dalam peristiwa tersebut. Akan tetapi, Rismanto memastikan polisi tidak menemukan adanya luka akibat benda tajam pada tubuh korban.
Saat petugas tiba di lokasi, korban masih dalam kondisi sadar dan mengalami luka lebam.
“Tidak ada (penusukan). Jadi, saat kami datang ke lokasi, korban masih dalam kondisi sadar. Hanya mengalami luka-luka lebam. Tidak ada luka tusuk atau akibat benda tajam lainnya. Kondisinya masih sadar saat kami melakukan pengecekan TKP,” kata Rismanto.
Polisi Lakukan Olah TKP
Kemudian, polisi melakukan pengecekan lokasi dan mendata sejumlah saksi yang berada di sekitar tempat kejadian. Korban juga disarankan menjalani pemeriksaan medis sekaligus membuat laporan resmi.
“Kami melakukan pengecekan, pendataan terhadap para saksi yang ada di TKP. Kemudian kami menyarankan korban untuk segera berobat dan melaporkan kejadian ini ke Polrestabes. Informasinya, korban sudah melapor ke Polrestabes Semarang,” kata Rismanto.
Sebagai informasi, video viral itu diunggah oleh akun Instagram @beritasemaranghariini. Rekaman tersebut memperlihatkan kerumunan orang dan sejumlah remaja yang terlibat aksi saling dorong. Terdengar pula teriakan dari beberapa orang di tengah keributan.
BACA JUGA: Apa Kabar Pansus Pemekaran Brebes? DPRD Jateng Bilang Begini
Dalam keterangannya, akun tersebut menyebut peristiwa itu terjadi pada Sabtu malam, 3 Oktober 2026.
Keributan itu dugaannya karena perselisihan terkait parkir di kawasan tersebut hingga berujung aksi kejar-kejaran antara dua pihak.
“Peristiwa tersebut diduga bermula dari perselisihan terkait parkir yang kemudian berlanjut hingga terjadi kejar-kejaran antara dua pihak,” tulis akun @beritasemaranghariini. (*)
Editor: Diaz A Abidin





