SEMARANG, beritajateng.tv – Kuasa Hukum kasus penembakkan siswa SMKN 4 Semarang, Zainal Abidin alias Zainal Petir, membeberkan kondisi Adam, rekan Gamma Rizkynata Oktafandy yang selamat dari penembakan Aipda Robig Zaenudin, usai Polrestabes Semarang menyebut Gamma, Adam, dan Satria terlibat tawuran.
Saat beritajateng.tv jumpai di lobi SMKN 4 Semarang, Zainal mengungkap Adam tak sependapat dengan kronologi versi Kapolrestabes Semarang Kombes Pol. Irwan Anwar.
Sebelumnya, menurut keterangan Polrestabes Semarang, Gamma tewas lantaran adanya aksi kejar-kejaran tawuran yang terjadi di lokasi tersebut.
BACA JUGA: Kenakan Seragam Lengkap dan Rompi Hijau “Patsus”, Aipda Robig Jalani Sidang Kode Etik
Zainal menyebut keterangan Polrestabes Semarang itu sempat membuat Adam kaget. Pihaknya menegaskan, Gamma, Adam, dan Satria sama sekali tak melakukan perlawanan saat penembakan berlangsung. Hal itu berbeda dengan keterangan yang Kombes Pol Irwan Anwar sampaikan.
“Ya dia enggak sependapat, dia kaget. Wong di situ tidak ada perlawanan kok, kan enggak ada perlawanan; katanya melawan dengan diambil tindakan tegas? Tidak melawan kok, wong kalau waktu itu dia gak menghindar saja kena tembus dada loh, [pelurunya] masuk ke dalam,” tegas Zainal.
Kuasa hukum Gamma sebut Adam korban selamat tahu Aipda Robig hendak menembaknya
Zainal yang saat ini berstatus sebagai kuasa hukum Adam dan Gamma menyebut Adam tahu saat dirinya akan ditembak oleh Aipda Robig.
“Dia tahu ketika mau ditembak, dia sampai menghindar. Jadi menghindar gini [sambil memeragakan posisi menghindar], menghindar gini, kena sini keserempet. Kalau gak menghindar, bleng, tapi karena menghindarnya kayak gini, malah menghindar [karena] dia takut,” sambung dia.
Dalam hematnya, Adam yang menghindar dari tembakan peluru pada saat itu menunjukkan bahwa ia tak melakukan perlawanan.
BACA JUGA: Tentukan Status Keanggotaan Polisi Pelaku, Polda Jateng Gelar Sidang Etik Aipda Ropig Siang Ini
“Ketika menghindar, artinya kan takut, tidak akan melawan, kan gitu? Logikanya kan gitu,” sambung dia.
Kombes Pol Irwan Anwar pun menyebut Gamma, Adam, dan Satria habis terlibat tawuran pascapenembakan itu terjadi. Zainal lanats membantah hal tersebut.
“Loh, sekarang saya tanya, kalau lagi tawuran ada tidak video lagi tawuran? Saya tanya. Makanya dong di-clear-kan. Ada gak video lagi tawuran, ada gak? Katanya kan membubarkan tawuran, artinya sedang terjadi tawuran. Nek tawuran piye? Nek pendelik-pendelikan tawuran, rak? (Kalau tawuran bagaimana? Kalau saling memelototi itu tawuran, gak?)” tegas Zainal.
Kapolrestabes Semarang dan Kabid Propam Polda Jateng sebut kronologi yang berlainan, Zainal petir bingung: Padahal sama-sama polisi
Lebih lanjut, terdapat dua versi keterangan yang berbeda antara penjelasan Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar dengan Kabid Propam Polda Jawa Tengah Kombes Pol Aris Supriyono terkait kronologi penembakan Gamma Rizkynata Oktafandy hingga tewas.
Zainal pun bertanya-tanya mengapa dua polisi itu menyampaikan keterangan yang berbeda.
“Lah, justru itu saya bertanya ada apa? Sama-sama polisi, sama-sama perwira kan, kenapa pernyataannya beda? Kalau Kabid Propram itu berdasarkan hasil apa yang dia selidiki dari pelaku kan? Berarti pelaku kan sudah ngomong seperti itu mestinya. Logika hukumnya kan gitu?” ujar Zainal.
BACA JUGA: Kasus Gamma Tak Kunjung Beres, Zainal Petir: Copot Kapolrestabes Semarang dan Pecat Aipda Robig
Pihaknya pun mempertanyakan sumber informasi yang Polrestabes Semarang peroleh.
“Terus Kapolrestabes dapat info dari mana? Harus hati-hatilah Kapolrestabes. Juga karena ini sudah menjadi menu publik, sampaikan yang sebenarnya, tidak usah ada yang ditutupi, tidak usah tambah-tambahi,” jelasnya.
Zainal sebut dekati keluarga korban tak mudah
Di lain sisi, Zainal membeberkan pendekatannya sehingga berakhir menjadi kuasa hukum Gamma dan Adam. Ia pun mengaku keluarga Gamma maupun Adam sempat demikian ketakutan.
“Jadi begini ya, awalnya korban takut. Ada mobil atau sepeda motor di depan rumahnya aja pun takut, takut sekali. Sampai neneknya ketika kami datangi itu nutup pintu kencang sekali. Tapi sekarang itu malah ngekek-ngekek dengan saya, bilang, ‘Mas Petir, kemarin itu saya takut; sekarang enggak,’” uturnya.
BACA JUGA: Komnas HAM Putuskan Aipda Robig Penembak Siswa SMK Langgar HAM: Termasuk Extra Judical Killing
Tak hanya itu, Zainal pun menegaskan pihaknya akan mengawal kasus ini hingga kebenaran terkuak.
“Supaya para korban mendapatkan keadilan. Saya yakinkan kepada mereka [korban dan keluarga korban]. Alhamdulilah mereka sekarang sudah terbuka dan percaya kepada saya,” tandas Zainal. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





