Kucuran Dana Desa Diharapkan Tumbuhkan Kemandirian Masyarakat

Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto. (ricky fitriyanto/beritajateng.tv)

SEMARANG, 6/10 (beritajateng.tv) – Kucuran dana desa diharapkan tak membuat desa bergantung pada anggaran dari pusat. Dana desa diharapkan menjadi pemicu masyarakat untuk bisa mandiri dengan memanfaatkan potensi yang ada. Karena itu, dana desa hendaknya mulai dialokasikan untuk berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto berharap ke depan kucuran dana desa yang semula banyak dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur, juga diperuntukkan bagi pemberdayaan masyarakat. Terlebih dana desa sudah dikucurkan bertahun-tahun dan digunakan untuk pembangunan fisik.

“Saat semua infrastruktur di desa sudah bagus, hendaknya dana desa mulai digunakan untuk program pemberdayaan masyarakat, khususnya untuk menggerakkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes),” katanya saat diwawancara, Kamis (6/10/2022).

Politisi PDI Perjuangan ini menambahkan, dana desa idealnya dimanfatkan sesuai dengan potensi yang ada di desa tersebut. Tak hanya untuk pembangunan fisik, dana desa juga bisa dimanfaatkan untuk peningkatan kapasitas dan pengembangan sumber daya manusia (SDM).

Menurutnya, pemberdayaan desa perlu dilakukan dengan melihat potensi desa tersebut. Pengembangan potensi desa dapat menjadi program yang berkualitas dan bermanfaat karena dapat menyumbang pendapatan daerah sehingga mendongkrak ekonomi desa.

“Potensi desa satu dengan lainnya tentu berbeda dan tidak bisa disamakan. Jangan lantas melihat ada desa wisata yang sukses, semua beramai-ramai membuat program yang sama,” ujar mantan Ketua DPRD Kabupaten Semarang tersebut.

Pria yang akrab disapa Bambang Kribo ini menjelaskan, warga desa lebih tahu potensi-potensi yang ada di desa. Maka mereka perlu bermusyawarah untuk menentukan pemanfaatan dana desa.

“Gali potensinya. Entah itu desa wisatanya, pelatihan dan pembinaan untuk warga desa, produk UMKM yg terkenal di wilayahnya dan juga bisa bermanfaat untuk meningkatkan sarana dan prasarana,” tandasnya.

Dikatakannya, pemanfaatan internet adalah salah satu kunci utama demi mempromosikan potensi desa saat ini. Dia mengusulkan alokasi dana desa dimanfaatkan untuk pelatihan digital marketing.

“Masalahnya adalah masyarakat kita menggunakan internet kebanyakan bukan untuk hal-hal positif. Maka dari itu mari kita manfaatkan internet sebagai upaya untuk meningkatkan pemasaran online atau digital marketing supaya desa-desa yang sudah tersalurkan dana desa kesejahteraan masyarakatnya meningkat,” paparnya. (adv)

editor: ricky fitriyanto

Leave a Reply