Ada beberapa program untuk situasi itu, antara lain dialog antarumat beragama, kegiatan inklusif yang diikuti oleh semua warga, serta meningkatkan jejaring dan kerja sama dengan organisasi sosial kemasyarakatan lainnya.
“Selain itu juga sosialisasi pentingnya toleransi di tengah masyarakat dan antarumat beragama,” katanya.
Setali tiga uang, Imam juga sependapat bahwa potensi memang harus ada pencegahan konflik SARA. Sebab konflik ini jika tidak tertangani sejak dini akan berdampak sangat besar.
“Melalui FKUB ini harapannya tokoh agama, tokoh masyarakat, dan antarumat beragama bisa tetap tenang, sehingga pilkada ini justru bisa menjadi perekat antarumat di Jawa Tengah,” katanya. (*)
Editor: Farah Nazila





