SEMARANG, beritajateng.tv – Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI, Helvi Yuni Moraza mengatakan, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Jawa Tengah (Jateng) telah mencapai Rp42,8 triliun hingga September 2026.
Dari penyaluran KUR tersebut, dia mengatakan, realisasai penerimanya telah menjangkau angka 760.477 debitur di Jawa Tengah.
“Untuk Jawa Tengah Rp42,8 triliun itu sudah tersalur kepada 760.477 debitur dengan sektor produksi Rp25,5 triliun,” kata Helvi usai menghadiri program Bursa Wirausaha Unggulan dan akad massal KUR Jawa Tengah 2026 di Muladi Dome Undip, Kota Semarang, Rabu, 7 Oktober 2026.
BACA JUGA: Nala Indonesian Tea, Teh Artisan Asal Batang yang Tembus Pasar Australia hingga Eropa
Kementerian UMKM, kata dia, mendorong penyaluran tersebut lebih banyak masuk ke sektor produksi. Di mana dia nilai memiliki dampak terhadap penciptaan lapangan kerja.
“Nah, jadi kami memang arahkan untuk KUR ini kepada sektor produksi. Kami sudah mencapai sekitar 65 persen ya, Masih perlu kami tingkatkan. Kenapa kami harus genjot itu? Karena di situlah banyaknya penciptaan lapangan kerja,” katanya.
BACA JUGA: Mudik Lebaran Terpaksa Ninggal Anabul? Ini 8 Rekomendasi Tempat Penitipan Hewan di Semarang
Pertanian jadi Sektor Produksi Terbanyak di Jateng
Helvi mengatakan, daat ini sektor produksi yang paling dominan di Jawa Tengah masih berkaitan dengan potensi daerah.
Salah satunya sektor pertanian, yang kemudian disusul perikanan dan pengolahan makanan.
“Kalau sektor itu ya tergantung potensi daerah ya. Kalau Jawa Tengah ya tetap saja pertanian yang paling tinggi. Kemudian ada perikanannya. Nah, kemudian pengolahan makanan,” ucap dia.
BACA JUGA: Nongkrong Sambil Main Mahjong, Ruang Interaksi dalam Tren di Kota Pelabuhan Semarang
Dia berharap, porsi sektor produksi dalam penyaluran KUR di Jawa Tengah tidak berhenti di angka 65 persen.
Menurutnya, peluang untuk meningkatkan porsi tersebut masih terbuka, terutama dengan dukungan perguruan tinggi.





