“PKL kami bongkar sendiri lima bulan lalu saat pembangunan saluran air di situ. Setelah saluran jadi, kita bangun kembali PKL. Kita cor kembali sesuai saat dulu pembongkaran. Tapi kita berikan 1,5 meter untuk pembersihan saluran. Kami ini setiap tiga bulan sekali selalu melakukan pembersihan,” kata Wanto.
Lapak PKL Dibangun Tanpa Instruksi Disdag
Sementara itu, Camat Gayamsari, Sinung Djatmika Utama menjelaskan bahwa saluran air di kawasan tersebut memang telah selesai normalisasi. Namun masih masuk masa pemeliharaan selama enam bulan.
Selama masa itu, tidak boleh ada aktivitas apa pun di atas saluran agar fungsi drainase tetap optimal dan tidak menghambat pengendalian banjir.
“Kita sudah lakukan rapat koordinasi dengan OPD terkait. Pekerjaan saluran memang betul sudah selesai. Tetapi kan ada masa pemeliharaan selama enam bulan, sehingga harus bersih dari PKL,” kata Sinung.
Oleh Dinas Perdagangan, lanjut Sinung, karena belum ada instruksi langsung dari dinas. Pihaknya menganggap jika PKL melangkah sendiri membangun kembali PKL.
“Pak Amoy menegur, mengatakan kalau tidak boleh ada aktivitas apapun dulu di atas saluran air. PKL akan di tata, dengan lebih humanis, cantik dengan sistem bongkar pasang,” katanya.
Menurutnya, program tersebut akan dibiayai oleh APBD dan PKL tidak perlu membangun sendiri sendiri seperti ini.
“Sebab kalau membangun sendiri, itu tidak terkendali, terkesan liar dan akan kumuh lagi. Dan yang terpenting, pemeliharaan salurannya akan lebih sulit oleh DPU,” imbuhnya.
Pemerintah Kota Semarang memastikan penataan PKL akan berjalan secara lebih humanis. Lapak akan pihaknya tata dengan sistem bongkar pasang dengan biaya APBD, sehingga pedagang tidak perlu membangun sendiri.
Penataan rencananya setelah masa pemeliharaan saluran berakhir dengan konsep yang lebih rapi, tidak kumuh dan tetap menjaga kelancaran aliran air.
Ke depan, kawasan Jalan Gajah Raya juga akan di hijaukan sebagai bagian dari visi pengendalian banjir Kota Semarang. Pemerintah berharap para pedagang tetap bisa berusaha warga merasa nyaman dan wajah kota semakin tertata. (*)





