Jateng

Latihan Gabungan TNI-Australia di Semarang, Ada Simulasi Perang hingga Evakuasi Helikopter

×

Latihan Gabungan TNI-Australia di Semarang, Ada Simulasi Perang hingga Evakuasi Helikopter

Sebarkan artikel ini
Latihan Bersama (Latma) Wirra Jaya 2026 Prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dan Australian Defence Force (ADF) di Lapangan Tembak Tembalang, Semarang, Jumat, 9 Oktober 2026 siang. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)
Latihan Bersama (Latma) Wirra Jaya 2026 Prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dan Australian Defence Force (ADF) di Lapangan Tembak Tembalang, Semarang, Jumat, 9 Oktober 2026 siang. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

Rangkaian simulasi berlanjut ketika dua personel pada situasi mengalami cedera. Tim kemudian meminta bantuan untuk mengevakuasi korban menggunakan helikopter yang mendarat di area latihan sebelum membawa personel terluka menuju fasilitas rumah sakit.

Evakuasi tersebut merupakan bagian dari skenario yang menguji kesiapan pasukan dalam menangani personel yang terluka saat operasi berlangsung.

Menurut Rangga, materi latihan mencakup penggunaan drone, kesehatan tempur, menembak, dan bela diri taktis. Prajurit kedua negara juga saling berbagi pengetahuan mengenai teknik dan prosedur dalam pelaksanaan tugas militer.

“Banyak ilmu ataupun materi yang sudah kami terima dari pihak Australia, begitu juga materi yang kami berikan kepada mereka. Harapannya, apa yang sudah pelajari bersama dapat menunjang kualitas latihan Angkatan Darat kedua negara,” kata Rangga.

Salah satu materi yang prajurit Indonesia pelajari, yakni teknik emergency reload. Ini merupakan pengisian ulang amunisi secara cepat, serta kemampuan berpindah sasaran ketika menembak.

“Di sini kami dapat pelajaran materi teknis, seperti emergency reload atau mengisi senjata dengan cepat, serta berpindah target dengan cepat,” ucap dia.

Pada penggunaan drone, peserta mempelajari tahapan pre-flight check, yakni pemeriksaan sebelum perangkat yang terbang untuk memastikan kesiapan operasional.

Adapun dalam materi bela diri, prajurit mempelajari program Army Combat Program (ACP) milik Australia. Materi tersebut menekankan kemampuan melumpuhkan lawan sekaligus pentingnya dukungan antarprajurit ketika menghadapi ancaman.

Pertukaran Taktik Tempur dan Medis

Selain taktik tempur, latihan bersama juga menitikberatkan penanganan korban dalam situasi pertempuran melalui materi Tactical Combat Casualty Care (TCCC), yakni penanganan medis bagi personel yang mengalami cedera dalam kondisi tempur.

PVT Watler, personel Australia yang bertugas dalam tim medis, mengatakan, dia ikut memastikan kondisi prajurit tetap sehat dan meminimalkan risiko cedera selama latihan berlangsung.

Dia mengapresiasi antusiasme prajurit Indonesia dalam mempelajari prosedur penanganan medis yang tim Australia berikan. Menurutnya, peserta mampu memahami dan mempraktikkan materi yang telah mereka ajarkan dengan baik.