Catatan Editor

Law of Attraction di Kalangan Gen Z, Bukti Nyata Fenomena Logika Mistika

×

Law of Attraction di Kalangan Gen Z, Bukti Nyata Fenomena Logika Mistika

Sebarkan artikel ini
farah nazila
Farah Nazila. (Dokumen Pribadi)

Logika mistika di kalangan Gen Z

Hal ini mengingatkan saya pada logika mistika yang dicetuskan oleh tokoh revolusioner RI, Tan Malaka yang sudah menyuarakan hal tersebut sejak tahun 1942. Logika mistika merupakan metode berpikir yang berlandaskan hal-hal berbau mistis dan segala sesuatu yang datangnya berasal dari hal-hal ghaib maupun roh nenek moyang. Dalam hal ini, dapat tersimpulkan bahwa konsep ini tidak memiliki dasar yang konkret dan argumennya tidak bisa kita ukur dengan data.

Tan Malaka menyebut logika mistika sebagai tradisi berpikir feodal karena ini adalah warisan dari sistem feodal yang tidak mendorong masyarakat untuk berpikir kritis. Di masa feodal, kekuasaan dan pengetahuan di kuasai oleh segelintir orang, sementara rakyat kebanyakan hanya bisa menerima tanpa banyak bertanya. Ini membuat masyarakat menjadi pasif dan mudah di kendalikan.

Dan sayangnya, logika mistika ini masih terasa di kalangan Gen Z.

Ketika kita berbicara logika mistika, kita merujuk kepada kalangan masyarakat menengah ke bawah. Ya, karena masyarakat di sana masih dominan dengan kepercayaan ‘orang pintar’ alias dukun untuk berobat daripada pergi ke dokter. Alasannya pun berbeda-beda, dari tradisi hingga biaya dokter yang cenderung mahal.

Namun, pada faktanya, hingga kini masih banyak anak-anak muda yang masih menerapkan logika mistika ini. Sebut saja kepercayaan terhadap zodiac yang klaimnya memiliki ramalan akurat tentang kehidupan masa depan seseorang. Padahal, penentu kehidupan masa depan adalah orang itu sendiri. Contoh lainnya adalah law of attraction ini.

Di TikTok, salah satu pengguna, mengundang salah satu psikolog bernama Ayank Irma. Dari sana, psikolog tersebut menyebut bahwa law of attraction ini memang ada dan patut untuk diterapkan.

Apa yang membuat orang menerapkan logika mistika?

Ini yang juga menjadi pertanyaan yang menurut saya menarik untuk dibahas. Rupanya, alasan orang menerapkan logika mistika adalah perasaan nyaman dalam dunia simbol dan ritual. Yang mana hal ini bisa bertentangan dengan prinsip dasar rasionalitas seseorang.