SEMARANG, beritajateng.tv – Gubernur Jateng Ahmad Luthfi turut hadir dan melaksanakan Salat Id bersama masyarakat di Masjid Baiturrahman, Sabtu, 21 Maret 2026. Kehadirannya menambah semangat kebersamaan di antara warga yang sejak subuh telah memadati kawasan itu.
BACA JUGA: Anggarkan Rp6 Miliar, Ahmad Luthfi Pastikan 13 Ribu PPPK Paruh Waktu Pemprov Jateng Bakal Dapat THR
Salat Id di Masjid Baiturrahman Semarang dipimpin oleh KH Zaenuri Ahmad Al Hafidz sebagai imam. Sementara khutbah disampaikan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah, Saiful Mujab, yang mengangkat tema “Idulfitri Momentum Menjaga Ketaqwaan, Membangun Kepedulian Sosial dan Kepedulian Terhadap Lingkungan.”
Dalam khutbahnya, Saiful Mujab mengingatkan bahwa Idulfitri bukan sekadar perayaan, melainkan titik awal untuk menjaga nilai-nilai ketakwaan yang telah di tempa selama Ramadan. Ia juga menekankan pentingnya kepedulian sosial serta tanggung jawab terhadap lingkungan sebagai bagian dari implementasi ibadah.
Usai pelaksanaan Salat Id, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyampaikan pesan kebersamaan kepada masyarakat. Ia menekankan bahwa momentum Idulfitri harus dimaknai sebagai titik balik untuk memperkuat persatuan dalam membangun daerah.
“Dengan lebaran ini kita semuanya kembali fitri. Artinya seluruh potensi masyarakat harus mempunyai rasa persatuan dan kesatuan dalam rangka membangun wilayah. Dengan jalan begitu, kita saling peduli sesama, tidak saling dengki atau iri,” ujar Luthfi usai melaksankan Salat Id.
Ia juga mengajak masyarakat untuk menatap masa depan Jawa Tengah dengan optimisme dan semangat kolaborasi.
“Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Dengan fitri kita kembali kepada yang suci, kita harus menatap masa depan dengan rasa persatuan dan kesatuan secara optimis. Petarung,” lanjutnya.
Senada dengan itu, Ketua MUI Jawa Tengah KH Ahmad Darodji menyampaikan bahwa ibadah puasa selama Ramadan sejatinya menjadi proses pendidikan karakter bagi umat Islam.
“Puasa mendidik kita untuk disiplin, jujur, sabar, dan memiliki kepedulian, baik kepada sesama maupun terhadap alam. Harapannya, setelah Ramadan, lingkungan kita menjadi lebih baik dari sebelumnya,” ungkapnya.
BACA JUGA: Ahmad Luthfi Bantah Bersama Fadia Saat OTT KPK: Hanya Bertemu Malam Sebelumnya, Bahas MBG
Perpaduan antara suasana religius, kebersamaan warga, serta pesan-pesan moral dari para tokoh menjadikan pelaksanaan Salat Id di Simpang Lima tahun ini tidak sekadar ritual tahunan, tetapi juga momentum refleksi dan penguatan nilai sosial di tengah masyarakat. (*)
Editor: Farah Nazila




