Jateng

Lembaga Studi Sosial-Agama Ungkap Politik Penundaan Izin Bangun Gereja di Jateng, Terkait Pilkades dan Pilkada

×

Lembaga Studi Sosial-Agama Ungkap Politik Penundaan Izin Bangun Gereja di Jateng, Terkait Pilkades dan Pilkada

Sebarkan artikel ini
Izin Gereja
Ketua Lembaga Studi Sosial dan Agama (eLSA), Tedi Kholiludin, memberikan keterangan kepada awak media di Kantor LBH Semarang, Rabu, 15 Juli 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

“Apakah mengetahui itu sekadar mengetahui warganya memberikan dukungan, atau justru ԁimaknai harus ikut menyetujui? Nah, itu yang kemudian menjadi problem di lapangan,” jelasnya.

Atas kondisi tersebut, Tedi mendorong adanya penguatan tata kelola kebebasan beragama hingga tingkat kecamatan agar persoalan serupa tidak terus berulang.

Penguatan peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di tingkat bawah dapat menjadi salah satu opsi, meski bukan satu-satunya solusi.

Ia berharap pemerintah dapat lebih serius menjamin pemenuhan hak kebebasan beragama tanpa terhambat ԁinamika politik maupun perbedaan penafsiran aturan di tingkat akar rumput.

“Tidak apa-apa kalau ada inisiatif FKUB provinsi maupun kabupaten mengembangkan jangkauannya sampai tingkat kecamatan. Tapi yang lebih penting adalah memastikan tata kelola kebebasan beragama di level-level itu benar-benar berjalan,” tandasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp