LG Bangun Pabrik Baterai di KITB, Bakal Serap 20 Ribu Pekerja

Presiden Jokowi saat menghadiri peresmian pembangunan pabrik baterai LG di KITB, Batang, Jateng. (KITB)

BATANG, 11/6 (beritajateng.tv) – Pabrik teknologi dari Korea, LG Energy Solution memastikan membangun pabrik baterai di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Jateng. Pabrik yang didirikan di atas lahan seluas 275 hektare ini bakal menyerap sekitar 20.000 tenaga kerja.

Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo saat peresmian pembangunan pabrik baterai LG di KITB, Rabu (8/6/2022).

“Investasi LG ini merupakan yang pertama di dunia yang mengintegrasikan produksi kendaraan listrik dari hulu sampai hilir. Total investasinya Rp142 triliun dan yang paling saya senang, ini akan menyerap 20.000 karyawan,” kata Jokowi.

LG Konsorsium akan bermitra dengan perusahaan BUMN Indonesia di seluruh rantai nilai produksi. Seremoni implementasi tahap kedua baterai listrik tersebut ikut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, dan Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia Park Tae-sung.

Menurut Direktur Utama KITB, Galih Saksono, ketertarikan para tenant dalam menanamkan modalnya di KITB disebabkan banyak faktor.

Diantaranya lahan murah, minim konflik sosial, UMR yang kompetitif, serta didukung dengan sarana dan prasarana yang cukup lengkap.

Hal ini jugavdibuktikan dengan dibangunya pabrik dari Korea Selatan KCC Glass dengan nilai investasi lebih dari Rp 5 triliun atau 350 juta USD.

“Implementasi Rencana Tahap Kedua Industri Baterai Listrik Terintegrasi diperkirakan bakal menyerap 6000 tenaga kerja, sehingga masyarakat lokal bisa merasakan manfaatnya adanya KITB,” tuturnya.

Dari Tenant Industri yang sudah masuk, mulai dari KCC Glass, Rumah Keramik Indonesia, Yih Quan Footwear, dan 3 tenant lainnya, bakal membutuhkan puluhan ribu tenaga kerja.

Karena itu, SDM mulai dari sekarang harus benar-benar disiapkan. Setidaknya mulai pertengahan atau akhir tahun 2023 kebutuhan tenaga kerja mulai dilakukan perekrutan di sejumlah perusahaan yang akan selesai masa konstruksinya. (*)

editor: ricky fitriyanto

Leave a Reply