“Dari seeding run kemarin, aku menambah pedaling section, jadi bagian yang aku kayuh aku tambah sekitar lima meter. Ada beberapa section yang bisa aku tambah pedaling-nya, dan aku juga nemu cutting line yang lebih bagus,” jelasnya.
Selain itu, ia juga menyiapkan strategi khusus di tikungan dan mengantisipasi permukaan licin di bagian akhir lintasan.
“Iya, licin, karena banyak kerikil yang copot, jadi sepeda gampang slide. Makanya waktu pre-practice saya coba push sampai intermediate finish buat tahu pace limit-nya,” tandasnya.
Abdul Jambol kalahkan Andy Prayoga di 76 IDH Urban 2025 Seri 2, siap hadapi Seri 3 di Malang
Sementara itu, Mohammad Abdul “Jambol” Hakim asal Jepara berhasil merebut posisi pertama di kelas Men Elite dengan waktu 1 menit 27,88 detik, unggul 1,015 detik dari Pandu Satrio Perkasa di posisi kedua.
“Persiapan saya banyak, tapi yang paling penting adalah menjaga tubuh saya dalam kondisi baik serta menjaga endurance saya, sehingga saya bisa tampil maksimal di 76 IDH Urban 2025 Seri 2 ini,” ujar downhiller kelahiran 24 Mei 1996 itu.
Pada seeding run, Jambol sempat berada di posisi kedua di bawah Andy Prayoga. Ia mengaku mengalami kendala di beberapa section, terutama di bagian wall dan turunan tangga pada obstacle lintasan.
“Alhamdulillah, karena tekad yang kuat di sesi final run 76 IDH Urban 2025 Seri 2 ini, saya berhasil mendapatkan posisi dan catatan waktu terbaik saya di Seri 2 ini,” ucap Jambol.
Jambol menilai, lintasan perkampungan di Kota Semarang sebagai yang terbaik selama mengikuti seri IDH.
BACA JUGA: Kota Semarang Bakal Jadi Tuan Rumah 76 IDH 2025 Seri 2
“Kenapa terbaik, karena banyak point yang harus saya ambil di lintasan saat Seri 2 ini. Di antaranya, saya harus lebih berani melepas rem di beberapa rintangan tertentu. Saya harus pas di masuk dan keluar tikungan antara line dengan speed supaya tidak over,” ujarnya.





