SEMARANG, beritajateng.tv – Kota Semarang kembali menunjukkan daya tariknya sebagai destinasi favorit wisata saat libur Lebaran 2026. Lonjakan kunjungan wisatawan terjadi seiring momentum libur panjang yang diperkuat kebijakan work from anywhere dari pemerintah pusat.
Dampaknya terasa langsung pada sektor pariwisata dan perhotelan di ibu kota Jawa Tengah tersebut.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Indriyasari, mengungkapkan bahwa jumlah wisatawan selama Lebaran tahun ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.
“Libur Lebaran yang berbarengan dengan kebijakan work from anywhere memberikan dampak positif. Kunjungan wisata Kota Semarang naik, begitu juga dengan okupansi hotel, terutama pada tiga hari pertama Lebaran,” ujar Indriyasari.
Data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata mencatat total kunjungan wisatawan selama periode 13-28 Maret 2026 mencapai 513.688 orang. Angka tersebut terdiri dari 510.471 wisatawan nusantara dan 3.217 wisatawan mancanegara.
Kawasan Kota Lama masih menjadi magnet utama yang paling banyak dikunjungi wisatawan.
Selain itu, sejumlah destinasi heritage lain seperti Lawang Sewu dan Sam Poo Kong juga tetap menjadi pilihan favorit.
“Kalau dari data provinsi, destinasi paling banyak peminat tetap Kota Lama. Selain itu, wisata heritage seperti Lawang Sewu dan Sam Poo Kong juga masih sangat menarik bagi pengunjung,” jelasnya.
Tidak hanya wisata sejarah, sejumlah destinasi yang dikelola pemerintah kota juga mencatat kenaikan kunjungan.
Di antaranya Jembatan Kaca, Taman Lalu Lintas, Taman Lele, hingga Goa Kreo yang jadi jujugan lantaran adanya event budaya selama masa Lebaran.
Namun, tidak semua destinasi mengalami peningkatan. Iin menyebut Semarang Zoo justru mencatat penurunan jumlah pengunjung dari tahun 2025 lalu.
BACA JUGA: Mahakarya Goa Kreo Hingga Sesaji Rewanda, Semarang Suguhkan Wisata Budaya Unik dan Ikonik
“Memang ada yang naik, tapi ada juga yang turun. Semarang Zoo misalnya, informasinya mengalami penurunan dari Lebaran sebelumnya,” katanya.
Di sektor perhotelan, tingkat hunian kamar atau okupansi juga menunjukkan tren positif. Puncaknya terjadi pada hari kedua Lebaran dengan angka mencapai 95,53 persen, menjadikan Semarang unggul di bandingkan kota-kota lain di Jawa Tengah.
Menurut Iin, sapaannya, tingginya okupansi hotel tidak lepas dari posisi strategis Kota Semarang sebagai kota transit di tengah Pulau Jawa.
“Letak Semarang yang strategis membuat banyak wisatawan memilih untuk singgah atau menginap. Ini yang turut mendorong tingginya okupansi hotel,” ungkapnya.
Meski demikian, pihaknya mencatat sejumlah hal yang perlu menjadi evaluasi ke depan. Salah satunya terkait ketersediaan lahan parkir di destinasi wisata yang masih terbatas saat lonjakan pengunjung terjadi.
“Yang perlu kita perhatikan ke depan adalah fasilitas parkir. Saat kunjungan membludak, kapasitas parkir masih kurang sehingga perlu penataan lebih baik,” tambahnya. (*)
Editor: Elly Amaliyah





