“Kami pun terus memaksimalkan penggunaan teknologi informasi dengan tujuan agar para pegawai tetap bisa bekerja optimal,” jelas Didi.
Kemudian, hampir 80 persen pegawai LPS adalah kalangan milenial, ini juga termasuk dimana LPS menjaga agar mereka senantiasa nyaman dan produktif dalam bekerja. Oleh karenanya LPS menetapkan Employee Value Proposition (EVP) atau sistem dimana mereka bisa seterusnya bekerja di LPS.
LPS juga memberikan peluang seluas-luasnya untuk pengembangan pegawai. Baik itu melalui pendidikan formal maupun program beasiswa di luar negeri dan program pengembangan kompetensi pegawai baik hard maupun soft skill dengan jalan bekerja sama dengan lembaga atau institusi terkait.
“Dalam keadaan krisis seperti adanya pandemi, hal tersebut tidak menyurutkan kami untuk terus bekerja memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara, kami ingin menjadikan LPS sebagai rumah kedua bagi pegawai, jadi meninggalkan rumah untuk mengabdi itu bukanlah beban,” tutupnya. (*)
editor: ricky fitriyanto