Hukum & Kriminal

LPSK Ungkap Fakta Kematian Iko Juliant: Diantar 4 Orang Berseragam ke RS, Luka Benda Tumpul Kasar

×

LPSK Ungkap Fakta Kematian Iko Juliant: Diantar 4 Orang Berseragam ke RS, Luka Benda Tumpul Kasar

Sebarkan artikel ini
Fakta Iko
Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Wawan Fahrudin, saat dijumpai di Kantor LPSK Jawa Tengah, Kota Semarang, Minggu, 14 September 2025. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

Wawan menerangkan, pihak medis langsung melakukan visum agar sewaktu-waktu dapat digunakan penyidik jika ditemukan dugaan tindak pidana.

Hanya saja, hasil visum lengkap yang baru pihaknya terima adalah visum dari Iko Juliant. Sementara visum dari Ilham kabarnya masih dalam perbaikan.

Begitu pula dengan visum dua korban lainnya, yakni Aziz dan Fiki, yang hingga kini belum LPKS peroleh.

BACA JUGA: Polda Jateng Kantongi CCTV TKP Tewasnya Iko Juliant: Isinya Kejadian Laka Lantas

“Kemarin disampaikan hasil visum secara lengkap dari Iko Juliant. Ketika kami konfirmasi apakah bisa disampaikan tiga hasil visum lainnya, hasil visum Ilham belum bisa disampaikan karena masih dalam tahap perbaikan,” terang dia.

Pihaknya mengaku bingung atas jawaban dari pihak rumah sakit yang menyebut hasil visum Ilham masih dalam perbaikan.

“Kami gak ngerti apa maksudnya, tapi seperti itu yang dijelaskan kami, yang dua lainnya [Aziz dan Fiki] belum bisa dijelaskan, begitu,” jelas dia.

Tak hanya itu, kronologi masuknya Aziz dan Fiki ke RSUP Kariadi pun belum ia dapatkan secara jelas.

Ada luka akibat benda tumpul kasar pada tubuh Iko

Wawan mengatakan, hasil visum Iko yang mereka terima menunjukkan adanya luka pada bagian tubuh akibat benda tumpul kasar. Namun, pihaknya tak mengetahui pasti benda tumpul apakah itu.

“Yang pasti ada luka di sebelah kiri, luka benturan benda tumpul kasar, karena seperti gesekan benda tumpul kasar di sebelah kiri kalau saya enggak salah ingat,” ujarnya.

Selain itu, ada pula bercak darah kering di baju Iko. “Kemudian di sini [menunjuk bagian dada] ada semacam bercak darah kering. Ada luka lebam, pasien menggunakan penyanggah leher. Lalu ada patah rahang,” sambungnya.

Wawan menuturkan, kondisi Iko membuat tim medis segera melakukan tindakan operasi sekitar pukul 10.30 WIB. “Memang sudah ada persetujuan dari keluarga untuk dilakukan tindakan operasi,” kata Wawan.