Gaya Hidup

Lur, Masih Ingat Plasa Billiard? Tempat Bermain Bola Sodok Berusia Puluhan Tahun di Semarang

×

Lur, Masih Ingat Plasa Billiard? Tempat Bermain Bola Sodok Berusia Puluhan Tahun di Semarang

Sebarkan artikel ini
plasa billiard semarang
Sejumlah pengunjung saat memainkan bola billiard di Plasa Billiard yang terletak di di Gedung Plasa Simpang Lima lantai 8. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Tren permainan bola billiard di Kota Semarang perlahan mulai populer kembali. Kemunculan rumah-rumah billiard bak menjamur, tak hanya di sekitar kota, namun juga di pinggiran kota.

Meski begitu, bagi warga asli Semarang, tentu tak asing lagi dengan Plasa Billiard. Jika ditanya tentang rekomendasi tempat bermain bola billiard, Plasa Billiard jawabnya.

Terletak di Gedung Plasa Simpang Lima lantai 8, Plasa Billiard menjadi salah satu pelopor rumah billiard di Kota Semarang. Rumah billiard ini berdiri lebih dari 30 tahun yang lalu, tepatnya 18 Maret 1991.

Ninik, pengelola Plasa Billiard mengisahkan, pada 1990-an, rumah billiard di Semarang masih belum terlalu banyak pada saat itu. Mungkin hanya sekitar 4-5 rumah billiard saja.

Tak heran jika Plasa Billiard sempat menjadi salah satu jujugan bagi masyarakat yang ingin bermain bola billiard.

“Saat itu, kami ada sekitar 35 meja, pernah sampai waiting list penuh semua,” ucap Ninik saat beritajateng.tv temui, Senin, 10 Juni 2024.

BACA JUGA: Gabungkan Cafe dan Burjo, Warkop Gelora Hadirkan Sensasi Nongkrong Kekinian dengan Harga Terjangkau

Hingga kemudian, lanjutnya, beberapa rumah billiard baru mulai muncul sekitar tahun 2007. Selain itu juga ada pergantian permainan bola billiard. Dari mulanya bola 15 dengan sistem pergim, menjadi bola 9 dengan sistem perjam.

Ninik menyebut, Plasa Billiard mengikuti zaman dengan menyesuaikan sistem baru itu. Namun, dengan adanya sistem baru dan munculnya banyak rumah billiard, ternyata memengaruhi pengunjung Plasa Billiard.

“Plasa Billiard menyesuaikan, tapi dengan adanya yang baru tetap ada penurunan. Tapi Alhamdulillah bisa bertahan sampai Covid-19,” sambungnya.

Pasca Covid-19 dan menjamurnya rumah billiard yang kembali nge-tren

Pandemi Covid-19 memang menjadi momok mengerikan bagi semua lini usaha. Tak terkecuali bagi banyak rumah billiard yang akhirnya gugur dan tutup.

Plasa Billiard juga mengalami dampak yang luar biasa. Apalagi lokasi mereka berada jadi satu dengan Plasa Simpang Lima, menjadikan sistem operasionalnya sempat terhenti total.

Saat itu, Plasa Billiard terpaksa mengurangi meja hingga menutup setengah gedungnya. Menyisakan sekitar 19 meja saja hingga saat ini.

Beruntung, pasca Pandemi Covid-19 mulai mereda, bermain bola billiard seolah memiliki trennya kembali. Menurut Ninik, sejak akhir 2021 hingga akhir 2023 terjadi kenaikan pengunjung yang signifikan.

“Nggak hanya di Plasa Billiard, tapi di rumah-rumah billiard lain juga melejit, kelihatannya pamor bermain bola billiard lagi naik,” tuturnya.

Sejak naiknya pamor bola billiard, Ninik menuturkan, di awal 2024 muncul sekitar 15 rumah billiard baru di sekitar Kota Semarang. Di mana mereka menawarkan gedung dan fasilitas yang lebih modern.

Sehingga, lanjut Ninik, Plasa Billiard yang masih terkesan ‘jadul’ mengalami penurunan pengunjung sekitar 20 hingga 25 persen. Meski begitu, Nanik berharap jika Plasa Billiard akan terus bisa bertahan di tengah persaingan yang ada.

BACA JUGA: Tatap Muka Semarang, Cafe yang Sediakan Ruang buat Komunitas hingga UMKM!

Plasa Billiard Semarang larang keras alkohol dan bir

Salah satu yang tak bisa ditemukan di rumah billiard lain ialah Plasa Billiard menyediakan mushola. Selain itu, mereka melarang keras alkohol dan bir.

“Untuk fasilitas kita masih baik, mushola, parkir aman di dalam gedung, jarak meja satu dan lainnya nyaman, harga juga terjangkau,” kata Ninik.

Tarif Plasa Billiard terbilang sangat murah jika dibandingkan dengan rumah billiard lain. Yaitu mulai dari Rp 28 ribu perjam untuk umum, dan Rp 21 ribu perjam untuk pelajar.

“Harapannya tentu kita berupaya untuk menyesuaikan supaya Plasa Billiard masih bisa bertahan, eksis, sampai tahun-tahun yang akan datang di tengah persaingan yang semakin ketat,” harapnya. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp