Jateng

Mahasiswa Desak Polisi Tak Ikutan Bikin Dapur MBG: Ibarat Divisi Keamanan Rebut Kerjaan Sie Konsumsi

×

Mahasiswa Desak Polisi Tak Ikutan Bikin Dapur MBG: Ibarat Divisi Keamanan Rebut Kerjaan Sie Konsumsi

Sebarkan artikel ini
Polisi MBG
Salah seorang peserta aksi unjuk rasa menunjukkan poster ke polisi di depan Mapolda Jawa Tengah, Kota Semarang, Kamis, 26 Februari 2026 sore. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

“Polisi, seperti kawan saya sampaikan, jika kita bicara dalam sebuah kepanitiaan, yang harusnya polisi sebagai divisi keamanan, mereka malah mengambil job desk dari divisi konsumsi. Kan tidak fair rasa-rasanya karena sudah ada orang yang menduduki divisi konsumsi tersebut,” sambung Kevin.

Tajuk Aksi “Reformasi Polri”, Mahasiswa Singgung Progres Mandek Sejak Demo Agustus 2025

Kevin menyebut, aksi tersebut mengusung tajuk besar Reformasi Polri. Ia mengatakan gelombang protes terhadap institusi kepolisian tidak hanya terjadi di Kota Semarang, tetapi juga di berbagai daerah di Indonesia.

“Di sini kami berhasil mengumpulkan massa aksi kurang lebih sekitar 300 sampai 400 mahasiswa terdata terakhir, tidak tahu jika ada yang menyusul kembali,” ujar Kevin.

Ia menegaskan, mahasiswa mempertanyakan keberlanjutan agenda reformasi Polri yang sempat digaungkan pada Agustus 2025 lalu.

“Kami di sini menggugat, kami menuntut di mana progres dan juga bentuk keberjalanan dan keberlanjutan dari reformasi Polri pada Agustus tahun lalu,” katanya.

Menurut Kevin, momentum aksi kali ini dianggap tepat lantaran kemarahan publik kembali menguat di berbagai wilayah Indonesia.

“Kawan-kawan dari seluruh penjuru di Indonesia mulai dari Sabang sampai Merauke, saya rasa semua murka, saya rasa semua marah, saya rasa semuanya menggaungkan 1312, ACAB, dan lain-lainnya,” ujarnya.

Meski demikian, Kevin berharap aksi di Semarang tidak berujung ricuh.

“Saya berharap aksi yang kami lakukan pada sore hari ini tidak berujung seperti di Jogja pada beberapa waktu silam, yang berujung kekerasan, ini merupakan awal gerbang kami. Apalagi ini bulan Ramadan, tidak enak jika kita mengadakan sebuah ke-chaos-an dan menimbulkan kerugian pada masyarakat sekitar,” tegas Kevin.

BACA JUGA: DPR RI Soroti Dugaan SPPG Polri di Jateng Paksa Sekolah Tak Pilih Dapur MBG Lain: Brebes-Grobogan

Kevin membenarkan, kematian Arianto Tawakal menjadi pemantik utama aksi kali ini. “Benar, jadi tajuk utama yang memantik masalah ini adalah fakta polisi yang membunuh pelajar di Maluku dengan helm. Nah, itu menjadi pemantik awal,” katanya.