Jateng

Mahasiswa Desak Polisi Tak Ikutan Bikin Dapur MBG: Ibarat Divisi Keamanan Rebut Kerjaan Sie Konsumsi

×

Mahasiswa Desak Polisi Tak Ikutan Bikin Dapur MBG: Ibarat Divisi Keamanan Rebut Kerjaan Sie Konsumsi

Sebarkan artikel ini
Polisi MBG
Salah seorang peserta aksi unjuk rasa menunjukkan poster ke polisi di depan Mapolda Jawa Tengah, Kota Semarang, Kamis, 26 Februari 2026 sore. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

Ia menyebut, sejak kasus tersebut mencuat, diskursus soal reformasi Polri kembali menguat dan memunculkan efek domino terhadap kasus-kasus sebelumnya.

“Dari tajuk tersebut menimbulkan efek domino pada kasus polisi sebelumnya. Karena kasus polisi Jawa Tengah seperti kematian Gamma, Iko, dosen Untag, kriminalisasi kasus Mayday dan demo Agustus, semuanya masih menghantui perasaan dan hati kita. Dan itu kembali kami ungkit,” ujar Kevin.

Kevin menilai belum ada bentuk evaluasi yang jelas dari institusi kepolisian atas beragam kasus tersebut.

“Mereka masih belum menunjukkan bentuk rasa bersalah. Mereka masih belum menunjukkan rasa evaluasi mereka. Nah, mungkin di sini kami pelan-pelan. Kami tidak mau menekan, kami hanya berusaha bersuara,” katanya.

Ia berharap aparat kepolisian, khususnya di Jawa Tengah, dapat mendengar aspirasi mahasiswa.

“Semoga setelah ini polisi-polisi terutama di Jawa Tengah bisa mendengar apa yang kami inginkan, bisa melihat apa yang kawan-kawan rasakan dan juga bisa kembali pada jalan yang kita inginkan,” lanjut Kevin.

Mahasiswa Siap jika Polisi Ajak Audiensi, Klaim Telah Susun Kajian Reformasi Polri

Terkait komunikasi dengan kepolisian, Kevin mengakui hingga kini belum ada diskusi resmi antara mahasiswa dan pihak kepolisian dari Polda Jawa Tengah.

“Belum ada. Jadi memang kami sejauh ini hanya bermain lewat jalur intelektual. Kami mengeluarkan propaganda kemudian kajian-kajian intelektual dan strategis,” ujarnya.

Ia menyebut, mahasiswa telah menghimpun kajian reformasi Polri dari 15 lembaga di Semarang Raya untuk dirumuskan menjadi poin tuntutan.

“Bahkan kami mengumpulkan kajian terkait reformasi Polri dari ke-15 lembaga yang ada di Semarang Raya. Dari main point tersebut kami coba singkatkan menjadi tuntutan-tuntutan buat reformasi Polri ke depannya,” jelasnya.

Kevin menambahkan, mahasiswa mendorong reformasi struktural dalam tubuh Polri, termasuk melibatkan lembaga pengawas eksternal.

“Kami mengetuk dari reformasi strukturalisasi. Biarkan ini diurus oleh Propam, biarkan ini diurus oleh DPR Komisi III dan lain-lainnya yang memang berurusan dengan keamanan dan ketertiban masyarakat,” katanya.