DEMAK, 20/3 (beritajateng.tv) – Mahasiswa PPG Prajabatan Gelombang 2 prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Negeri Semarang bekerjasama dengan Koruki (Komunitas rumah kita) Demak mengadakan sosialisasi literasi lingkungan hidup “Pembuatan Eco Enzyme” di SMK N 1 Sayung, Senin (20/3/2023).
Mereka mendatangkan narasumber Widayanti, yang merupakan seorang aktivis lingkungan. Sosialisasi tersebut diakhiri dengan pelatihan pembuatan eco enzyme.
Sosialisasi literasi lingkungan hidup dilakukan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat pentingnya menjaga lingkungan sekitar.
Bencana yang akhir-akhir ini terjadi tak luput dari abainya kita terhadap lingkungan. Misalnya, banyak orang membuang sampah sembarangan, sehingga menyebabkan bencana banjir.
Melihat kondisi tersebut, lima mahasiswa PPG Prajabatan Gelombang 2 Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Unnes yang tergabung dalam kelompok mata kuliah proyek kepemimpinan, mengadakan sosialisasi literasi lingkungan hidup.
“Sosialisasi ini tidak hanya merupakan tugas mata kuliah saja, akan tetapi juga merupakan keprihatinan kami terhadap apa yang saat ini terjadi pada lingkungan. Kami ingin mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan, dengan tidak membuang sampah sembarangan dan mengolahnya menjadi sesuatu yang bermanfaat,” ucap Tegar, koordinator kegiatan, Minggu (20/3/2023).
BACA JUGA: Mahasiswa Baru Unnes Meninggal Kecelakaan Saat Pulang Ospek, Motor Oleng hingga Tabrak Pohon
Sosialisasi ada pelatihan pembuatan ekoenzim dari sampah organik. Eco enzyme merupakan cairan alami serba guna hasil dari fermentasi. Masyarakat perlu tahu bagaimana mengolah sampah organik menjadi sesuatu yang bermanfaat, sehingga dapat mengurangi pembuangan sampah organik di sekitar.
“70 persen sampah yang menuju di TPA adalah sampah organik, dan itu menimbulkan bau yang tidak sedap di lingkungan. Oleh karena itu perlu pengolahan sampah organik tersebut menjadi hal yang bermanfaat. Salah satu caranya adalah melalui pembuatan eco enzyme,” ujar Widayanti, S.T. selaku narasumber.
Cara pembuatan ekoenzim ini sangat mudah. Butuhk bahan-bahan berupa sampah organik, air sumur, dan gula aren. Bahan-bahan tersebut dicampur dalam wadah plastik kemudian tutup rapat.
Butuh waktu selama 3 bulan untuk panen. Baik ampas maupun cairan eco enzyme sangat bermanfaat. Ampasnya dapat untuk membersikan kloset, mengharumkan mobil, dan menjadi pupuk tanaman. Sedangkan, cairan dapat menjadi sabun cair, disinfektan, dan lain sebagainya.
“Kami berharap, melalui kegiatan ini, Bapak dan Ibu guru di SMK Negeri 1 Sayung dapat menularkan ilmunya dan melatih peserta didik serta masyarakat sekitar untuk bersama-sama mengumpulkan sampah-sampah organik dan mengolahnya menjadi hal yang bermanfaat. Dengan melakukan hal tersebut harapannya juga dapat mengurangi banjir di daerah Sayung,” ujar Tegar. (*)
Editor: Elly Amaliyah





