Jateng

MAJT Jadi Titik Kumpul Rohis Se-Indonesia, Gerakan Wakaf dan Karakter Pelajar Dikuatkan

×

MAJT Jadi Titik Kumpul Rohis Se-Indonesia, Gerakan Wakaf dan Karakter Pelajar Dikuatkan

Sebarkan artikel ini
majt rohis semarang
Siswa-siswa se-kota Semarang saat menghadiri pembukaan Pesantren Ramadan Rohis Indonesia di Masjid Agung Jawa Tengah. Kamis, 5 Maret 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

Ia berharap launching wakaf tersebut menjadi semangat baru bagi Rohis di seluruh Indonesia untuk aktif berkontribusi dalam penguatan ekonomi umat berbasis filantropi Islam.

MAJT Jadi Pusat Pembinaan Rohis Nasional

Dipilihnya MAJT sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Menurut Lelis, fasilitas yang terintegrasi menjadi pertimbangan utama.

“Program tahunan ini Pesantren Ramadan Rohis Indonesia yang kedua. Yang pertama juga di sini. Karena SDM dan juga fasilitas di sini sangat memadai. Masjidnya terintegrasi, ada tempat penginapan, fasilitas manasik haji, dan sangat kondusif untuk pelatihan,” ungkapnya.

Materi kegiatan diisi melalui kolaborasi Kementerian Agama, MAJT, dan AGPAII. Selama empat hari, peserta mengikuti kajian kitab, literasi wakaf, hingga sesi “Rohis Penuh Cinta” yang mengusung lima dimensi cinta sebagaimana digaungkan Kemenag, agar Gen Z mampu memaknai peran mereka secara lebih luas dan bermakna.

Selain itu, panitia juga mengintegrasikan gerakan ekoteologi melalui penanaman 70 pohon klengkeng yang nantinya akan ditanam di sekolah masing-masing peserta.

Pesan Penguatan Karakter ala Jepang

Dalam sambutannya, Sekretaris Jenderal Kemenag RI Prof. Phil. Kamaruddin Amin mengajak para pelajar PAI meneladani penguatan karakter seperti yang ada di Jepang.

“Di Jepang, anak-anak diajarkan mencintai diri sendiri, mulai dari menjaga kesehatan, meningkatkan literasi hingga pendidikan. Karena itu karakter masyarakat Jepang sangat kuat,” ujarnya.

Ia menegaskan pentingnya pelajar untuk terus meningkatkan nilai diri.

“Pelajar PAI harus melakukan segala sesuatu untuk menambah value. Tambahkan nilai, prestasi, dan kemampuan. Jika itu terlaksana, maka kalian tidak akan mengalami kesulitan di masa depan,” pungkasnya.

Antusiasme siswa-siswi terlihat sejak pagi. Tsania Qutrotun Nida, siswi kelas 8 SMPN 33 Semarang yang mengikuti pembukaan sejak pukul 07.30 WIB, mengaku senang bisa hadir di tengah ribuan pelajar dari berbagai daerah.

“Sangat senang saat mendatangi acara Pesantren Ramadan Rohis Indonesia. Ketemu sama teman-teman dari seluruh Indonesia rasanya senang banget,” ujarnya.

Meski hanya mengikuti acara pembukaan, Tsania mengaku ingin mengikuti kegiatan Pesantren Ramadan Rohis Indonesia di tahun selanjutnya.