Jateng

MAJT Jadi Titik Kumpul Rohis Se-Indonesia, Gerakan Wakaf dan Karakter Pelajar Dikuatkan

×

MAJT Jadi Titik Kumpul Rohis Se-Indonesia, Gerakan Wakaf dan Karakter Pelajar Dikuatkan

Sebarkan artikel ini
majt rohis semarang
Siswa-siswa se-kota Semarang saat menghadiri pembukaan Pesantren Ramadan Rohis Indonesia di Masjid Agung Jawa Tengah. Kamis, 5 Maret 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pesantren Ramadan Rohis Indonesia kembali digelar di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang dan menjadi magnet bagi ribuan pelajar.

Tahun ini, sekitar 7.000 siswa-siswi dari jenjang SD, SMP hingga SMA se-Kota Semarang turut mengikuti pembukaan, bersama pengurus Rohis dari berbagai daerah di Indonesia.

Kegiatan tahunan yang memasuki penyelenggaraan kedua ini menghadirkan 78 peserta perwakilan dari 34 provinsi. Mereka terdiri atas satu Duta Wakaf di tiap provinsi, pengurus Rohis Indonesia (dua hingga tiga orang per provinsi), serta Rohis Army, tim pelajar kreatif yang aktif memproduksi konten dakwah di media sosial.

Selain itu, 35 pengurus Rohis wilayah Jawa Tengah juga terlibat aktif dalam kegiatan yang berlangsung selama empat hari.

Kasubdit PAI SMA/SMALB dan SMK Kementerian Agama RI, Lelis Tsuroya, menyebut kegiatan ini harapannya menjadi teladan sekaligus penggerak di daerah masing-masing.

“Ini menjadi teladan untuk para siswa yang lain khususnya di bulan Ramadan ini. Rohis Indonesia ini kami undang dari seluruh Indonesia dari 34 provinsi dan mudah-mudahan nanti bisa menjadi penggerak di provinsinya masing-masing,” ujarnya usai pembukaan Pesantren Ramadan Rohis Indonesia di Masjid Agung Jawa Tengah pada Kamis, 5 Maret 2026.

Gencarkan Wakaf Produktif Unruk Literasi Ekonomi Umat

Salah satu momen penting dalam rangkaian kegiatan adalah peluncuran program Wakaf Rohis Indonesia. Program ini sejalan dengan visi Kementerian Agama dalam menguatkan literasi dan aksi wakaf di kalangan generasi muda.

“Gerakan zakat dan wakaf, khusus Wakaf Produktif, ini menjadi bagian dari visi misi Kementerian Agama saat ini. Karena wakaf ini potensinya sangat besar sekali untuk pemberdayaan ekonomi umat. Di sini Rohis Indonesia sebagai generasi muda harus memiliki literasi ataupun aksi terkait dengan wakaf ini,” jelas Lelis.

BACA JUGA: Dorong Masjid Gunakan QRIS untuk Zakat dan Sedekah, BI Jateng Siapkan Hadiah Hewan Kurban