Jateng

Mangkrak Enam Tahun, Begini Kondisi Terkini Akses Masuk Kawasan Jateng Valley di Penggaron

×

Mangkrak Enam Tahun, Begini Kondisi Terkini Akses Masuk Kawasan Jateng Valley di Penggaron

Sebarkan artikel ini
Jateng Valley
Kondisi proyek Jateng Valley tampak dari depan, Sabtu, 4 Juli 2026. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

UNGARAN, beritajateng.tv – Proyek pembangunan kawasan wisata Jateng Valley di kawasan Wana Wisata Penggaron, Kabupaten Semarang, hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda kembali berlanjut. Akses utama menuju kawasan tersebut tampak mangkrak, tidak terawat, dan terpenuhi semak belukar.

Gerbang utama Jateng Valley yang berada di lingkungan Siroto, Kelurahan Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, kini terlihat rusak di sejumlah bagian. Tanaman liar tumbuh lebat di sekitar bangunan, sementara akses masuk ke area proyek ditutup menggunakan pagar darurat berbahan galvalum.

Di bagian depan pagar terpasang papan peringatan bertuliskan “Selain Pekerja Dilarang Masuk Area Proyek”. Sementara di balik pagar tersebut masih terdapat portal yang menutup akses menuju kawasan Jateng Valley.

Tak hanya gerbang utama, sejumlah bangunan bekas kantor proyek dan kafe di dalam kawasan juga tampak terbengkalai. Tumpukan kayu gelondongan (log) yang dahulu untuk aktivitas proyek kini mulai tertutup semak belukar.

BACA JUGA: Selain Jateng Valley, Pemprov Bakal Asesmen Wisata Tahura Mangkunagoro dan Kebun Raya Baturraden

Maryam (42), pemilik warung yang berada tepat di seberang gerbang utama Jateng Valley, mengatakan proyek tersebut sempat berjalan setelah peletakan batu pertama (ground breaking) beberapa tahun lalu. Namun aktivitas pembangunan kemudian berhenti dan tidak pernah lanjut.

“Setelah ground breaking memang sempat ada aktivitas proyek. Tapi tidak lama kemudian berhenti dan akhirnya mangkrak sampai sekarang,” ujarnya, Sabtu, 4 Juli 2026.

Ia menambahkan, jalan menuju lokasi utama pembangunan yang berada sekitar dua kilometer dari gerbang kini juga sulit terlalui karena mengalami kerusakan dan tertutup semak-semak.

“Gerbangnya memang di sini, tetapi lokasi pembangunan Jateng Valley masih masuk lagi sekitar dua kilometer dari gerbang utama,” katanya.

Maryam mengungkapkan, gerbang tersebut sempat dibuka ketika jalan utama di depan warungnya ambles sehingga digunakan sebagai jalur alternatif. Namun setelah jalan selesa perbaikan, akses kembali di tutup hingga sekarang.

Menurutnya, hampir tidak ada lagi aktivitas di kawasan tersebut selain warga yang sesekali mencari rumput.