SEMARANG, beritajateng.tv – Serial animasi anak Masha and the Bear menjadi sorotan di Inggris setelah puluhan anggota parlemen meminta pemerintah meninjau penayangannya.
Mereka menilai serial asal Rusia tersebut berpotensi menjadi instrumen soft power atau pengaruh budaya Rusia yang menyampaikan pesan politik secara halus kepada anak-anak.
Melansir The Guardian, lebih dari 50 anggota parlemen lintas partai telah mengirim surat kepada Menteri Kebudayaan Inggris, Lisa Nandy, agar pemerintah mempertimbangkan penghentian penayangan Masha and the Bear di berbagai platform streaming.
Permintaan tersebut muncul setelah Netflix memperpanjang lisensi penayangan serial itu sekaligus memperoleh hak distribusi dua musim terbaru di lebih dari 100 negara. Selain di Netflix, serial tersebut juga tersedia di platform streaming ITVX.
Dugaan Kuat Menampilkan Simbol Era Soviet
Dalam surat tersebut, para anggota parlemen menyoroti sejumlah adegan yang memperlihatkan tokoh utama, Masha, mengenakan atribut yang disebut menyerupai seragam militer era Soviet serta topi yang diasosiasikan dengan aparat keamanan Uni Soviet.
Mereka khawatir simbol-simbol tersebut dapat membuat atribut militer era Soviet terlihat sebagai sesuatu yang wajar bagi anak-anak yang menontonnya.
BACA JUGA: Daftar 4 Drakor Paling Sukses Raih Rating Tinggi pada 2026, Semua Ada di Netflix
Kekhawatiran serupa sebelumnya juga pernah tersampaikan oleh lembaga antidisinformasi yang terdukung pemerintah Ukraina dan pemerintah Estonia.
Kedua pihak menilai Masha and the Bear berpotensi di manfaatkan sebagai bagian dari strategi propaganda. Atau soft power Rusia melalui tayangan yang menyasar penonton usia dini.
Studio Animasi Bantah Tuduhan
Tuduhan tersebut langsung dibantah oleh Animaccord, studio animasi Rusia yang memproduksi Masha and the Bear.
Juru bicara Animaccord, Melanie Bonvicino, menegaskan bahwa perusahaan menolak keras anggapan serial tersebut berkaitan dengan propaganda Rusia.
Menurutnya, Masha and the Bear merupakan tayangan hiburan keluarga yang mengangkat tema persahabatan, imajinasi, dan kebaikan tanpa mengandung pesan politik.





