SEMARANG, beritajateng.tv – Hari Santri Nasional 2025 menjadi momen berharga bagi para santri di seluruh Indonesia.
Peringatan ini merupakan wujud penghargaan terhadap berbagai lembaga pendidikan Pondok Pesantren yang telah berhasil melahirkan generasi berilmu, berakhlak, dan berprestasi.
Tak mengherankan jika hingga kini banyak pesantren di Indonesia terus berkembang dan menunjukkan kemajuan.
Dalam semangat memperingati HSN 2025, berikut beberapa ide lomba yang dapat dijadikan inspirasi kegiatan.
Daftar Lomba Peringati Hari Santri Nasional 2025
Lomba Adzan
Orang muslim sangat identik dengan adzan, lafadz Allah yang berkumandang menjadi tanda bahwa telah sampai waktu sholat.
Semakin berkembangnya zaman, tentu banyak masjid-masjid di Indonesia yang kini jarang mengumandangkan adzan secara langsung.
BACA JUGA: Momentum Hari Santri Nasional 2025, PWNU Jateng Dorong Pesantren Lebih Terbuka dan Adaptif
Mereka lebih memilih memutar rekaman adzan dengan alasan supaya tepat waktu.
Oleh karena itu perlu bagi kita khususnya lulusan Pondok Pesantren supaya bisa mengumandangkan adzan secara langsung baik di masjid maupun di tempat-tempat lainnya.
Lomba Memakai Sarung
Sarung adalah salah satu pakaian identik para santri baik putra maupun putri.
Bahkan di berbagai lembaga, ketika peringatan HSN banyak yang menginstruksikan kepada siswanya untuk mengenakan sarung.
Melalui lomba ini, berharap para santri dapat belajar memakai sarung dengan benar supaya terlihat rapi dan indah.
Lomba Pidato
Kegiatan ini akan melatih seseorang dalam berkomunikasi dengan baik atau yang kita kenal sebagai publik speaking.
Dengan begitu para santri akan mampu berdakwah melalui lisan menyebarkan ilmu yang bisa bermanfaat bagi banyak orang.
Lomba Kaligrafi
Sebuah keahlian yang cukup unik dan menarik bahkan terbilang sangat langka di zaman sekarang.
Bukan sebuah lukisan biasa, kaligrafi adalah sebuah ukiran yang penuh makna.
Kegiatan ini bisa kamu jadikan ide lomba dalam memperingati Hari Santri Nasional dengan tujuan untuk meningkatkan keahlian para santri yang terpendam. (*)





