Jateng

Meluas! BPBD Jateng Sebut 36 Titik Api Terdeteksi di Gunung Lawu hingga Temuan Sisa Pembakaran Arang

×

Meluas! BPBD Jateng Sebut 36 Titik Api Terdeteksi di Gunung Lawu hingga Temuan Sisa Pembakaran Arang

Sebarkan artikel ini
Karhutla Gunung Lawu
Karhutla di Gunung Lawu. (Foto: Dok. Pemprov Jateng)

Bergas bilang, kondisi tersebut membuat upaya pemadaman melalui udara harus mempertimbangkan keselamatan penerbangan. Ketebalan awan dan asap menyebabkan kawasan gunung sulit terlihat dari udara.

“Kalau berkaitan dengan water bombing, melihat awannya sih gunungnya saja tidak begitu kelihatan. Tertutup,” katanya.

BACA JUGA: Karhutla Landa Gunung Lawu dan Sumbing, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Kerahkan Water Bombing

Lokasi kebakaran yang dalam penanganan kebakaran berada di sekitar kawasan Cemoro Sewu, mendekati perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Titik-titik kebakaran berada pada ketinggian sekitar 2.000 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Di sisi lain, pemadaman melalui jalur darat tetap berlanjut. Sebanyak 70 personel telah bergerak naik pada Rabu pagi untuk melakukan penanganan di lapangan.

Bergas mengatakan, penambahan personel juga disiapkan dengan sistem pergantian atau shift. Langkah tersebut diperlukan karena petugas menghadapi medan yang berat dan membutuhkan kondisi fisik yang prima.

“Teman-teman masih ada yang naik. Jadi jalur darat tetap dilakukan, tapi tetap melihat situasi karena bicara safety atau keselamatan,” ucapnya.

Bergas berkata, medan di kawasan tersebut terdiri atas lembah dan jalur terjal yang menyulitkan mobilisasi personel untuk menjangkau titik-titik kebakaran.

Titik Api Kebakaran Gunung Lawu Bertambah, Dugaan Karena Aktivitas Manusia

Peningkatan jumlah titik api di Gunung Lawu menjadi salah satu perhatian dalam penanganan kebakaran. Bergas menyebut, berdasarkan data aplikasi SiPongi, jumlah titik api yang sebelumnya tercatat 10 meningkat menjadi 36 titik.

“Dari aplikasi SiPongi, sore kemarin ada 10 titik, kalau sekarang ada 36 titik. Ya, bertambah menjalar tentunya. Penyebabnya jelas karena angin kencang, seperti ditiup begitu,” ujarnya.

Selain kondisi angin, BPBD juga menyoroti dugaan aktivitas manusia sebagai salah satu faktor yang berpotensi memicu kebakaran.

BACA JUGA: Geger Penemuan Kerangka Manusia Berlumut di Pendakian Gunung Sumbing, Ini Lokasi Persisnya