Jateng

Meluas! BPBD Jateng Sebut 36 Titik Api Terdeteksi di Gunung Lawu hingga Temuan Sisa Pembakaran Arang

×

Meluas! BPBD Jateng Sebut 36 Titik Api Terdeteksi di Gunung Lawu hingga Temuan Sisa Pembakaran Arang

Sebarkan artikel ini
Karhutla Gunung Lawu
Karhutla di Gunung Lawu. (Foto: Dok. Pemprov Jateng)

SEMARANG, beritajateng.tv – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah menyampaikan, data dari aplikasi SiPongi terdapat 36 titik api kebakaran Gunung Lawu pada Rabu, 21 Oktober 2026.

Kepala BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, mengatakan, upaya pemadaman melalui udara menggunakan metode water bombing masih berlangsung. Operasi tersebut menghadapi kendala cuaca berupa angin kencang, awan tebal, serta asap kebakaran yang mengurangi jarak pandang helikopter.

Kini, kata dia, pemadaman melalui jalur darat juga terus diupayakan. Personel juga harus mempertimbangkan keselamatan, oleh karena lokasi kebakaran berada di kawasan dengan medan terjal dan berlembah.

“Untuk di Lawu tetap ada water bombing. Memang ada kendala cuaca. Upaya dari teman-teman jalur darat tetap berjalan,” kata Bergas saat pada Rabu, 21 Oktober 2026.

BACA JUGA: Luthfi Minta Polda Jateng Selidiki Karhutla di Gunung Lawu dan Sumbing, Singgung Kemungkinan Unsur Kesengajaan

Bergas yang saat itu berada di kawasan Cemoro Kandang menyebut kondisi di lapangan cukup menantang. Kepulan asap kebakaran terlihat tebal, sementara awan juga menutupi kawasan gunung.

“Awannya juga tebal, asapnya juga tebal,” kata dia.

Berdasarkan data yang Bergas sampaikan, luasan lahan terbakar maupun bekas terbakar di Gunung Lawu mencapai sekitar 230 hektare. Angka tersebut merupakan data pada malam sebelumnya dan mencakup area yang saat itu masih menyala.

Water Bombing Terkendala Angin dan Jarak Pandang

Bergas mengatakan, operasi water bombing di Gunung Lawu telah dilakukan sejak Selasa, 20 Oktober 2026. Namun, jumlah penerbangan yang dapat terlaksana rencana karena kondisi cuaca dan jarak pandang tidak mendukung.

Pada Selasa, operasi rencananya berlangsung sebanyak empat sorti penerbangan. Nyatanya, hanya tiga yang dapat terlaksana.

Sementara pada Rabu, rencana awal pelaksanaan water bombing sebanyak tiga kali. Hingga wawancara berlangsung, baru dua sorti yang berhasil berjalan.

“Hari ini juga rencananya mau tiga, tapi baru terlaksana dua karena terkendala angin kencang dan ketebalan awan serta asap,” katanya.