Jateng

Meluas! BPBD Jateng Sebut 36 Titik Api Terdeteksi di Gunung Lawu hingga Temuan Sisa Pembakaran Arang

×

Meluas! BPBD Jateng Sebut 36 Titik Api Terdeteksi di Gunung Lawu hingga Temuan Sisa Pembakaran Arang

Sebarkan artikel ini
Karhutla Gunung Lawu
Karhutla di Gunung Lawu. (Foto: Dok. Pemprov Jateng)

Bergas mengatakan, relawan menemukan sebuah pacul dan lokasi yang kemungkinan untuk pembuatan arang di kawasan yang masih terbakar. Di lokasi tersebut ada temuan kayu-kayu yang dugaannya ada pembakaran untuk menghasilkan arang.

“Maksudnya, ada kayu-kayu yang dibakar, kami tidak tahu siapa? Tapi ada pacul di situ. Posisinya tempat arang itu masih terbakar,” katanya.

Temuan tersebut menjadi dasar dugaan awal bahwa kebakaran berkaitan dengan aktivitas pembakaran. Namun, identitas pihak yang melakukan aktivitas tersebut maupun kepastian penyebab kebakaran belum dia sampaikan.

Bergas mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas menggunakan api di kawasan gunung maupun lereng hutan. Terutama dalam kondisi vegetasi kering dan cuaca yang mendukung penyebaran api.

Dia juga mengingatkan bahwa kondisi kemarau membuat vegetasi lebih mudah terbakar. Jika terdapat aktivitas pembakaran, api berpotensi menyebar dan sulit dikendalikan, terlebih ketika angin bertiup kencang.

“Kita tidak fokus pada penyebab, kita fokusnya pada penanganan. Kami hanya mengimbau untuk tidak beraktivitas menggunakan api di atas gunung atau di daerah lereng hutan,” ucapnya.

Kebakaran di Gunung Sumbing, 300 Personel Gabungan Bergerak

Selain di Gunung Lawu, kebakaran juga terjadi di Gunung Sumbing. Berdasarkan keterangan Bergas, titik kebakaran di kawasan tersebut mencapai 53 hotspot dengan luasan terdampak sekitar 140 hektare.

Api merambat ke kawasan perbatasan Kabupaten Magelang dan Kabupaten Temanggung. Penanganan sementara fokusnya melalui jalur darat dengan melibatkan 300 personel gabungan.

Personel tersebut terdiri atas relawan, Masyarakat Peduli Api (MPA), TNI, dan Polri. Pengerahan berlangsung setelah rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Wonosobo menyepakati penanganan melalui jalur darat.

Berbeda dengan Gunung Lawu, penanganan kebakaran di Gunung Sumbing masih fokus pada operasi darat. Menurut Bergas, status penanganan di Sumbing masih siaga dan belum ditingkatkan menjadi status tanggap darurat.

“Komunikasi kami dengan BNPB, ada dua heli yang standby di Karanganyar. Namun karena Sumbing belum menetapkan status tanggap darurat, sementara water bombing masih fokus di Karanganyar,” katanya.