Jateng

Mendagri: WFH untuk Hemat Energi Diumumkan Besok, ASN Berpotensi Kerja dari Rumah Seminggu Sekali

×

Mendagri: WFH untuk Hemat Energi Diumumkan Besok, ASN Berpotensi Kerja dari Rumah Seminggu Sekali

Sebarkan artikel ini
ilustrasi WFH Istilah Gen Z
Ilustrasi anak muda.(Foto: Pexels/Pixabay)

SEMARANG, beritajateng.tv – Teka-teki terkait kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) sebagai langkah penghematan energi nasional segera menemui titik terang. Pemerintah memberi sinyal kuat bahwa pengumuman aturan tersebut dalam waktu dekat.

Menteri Dalam Negeri (Kemendagri), Tito Karnavian, menyebut pengumuman resmi kebijakan WFH kemungkinan besar akan disampaikan pada Selasa, 31 Maret 2026.

“Sabar saja, itu saya dengar kemungkinan besar akan di sampaikan resmi besok. Jadi, saya tidak mau mendahului,” ujarnya, seperti beritajateng.tv kutip dari Antara.

Kebijakan ini muncul di tengah tekanan global terhadap harga energi yang mendorong pemerintah mencari strategi efisiensi, khususnya dalam menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).

Pemda Akan Ikuti Kebijakan Pusat

Setelah pengumuman resmi, Kementerian Dalam Negeri akan segera menindaklanjuti dengan menerbitkan imbauan kepada seluruh pemerintah daerah di Indonesia.

BACA JUGA: Soal Kebijakan WFH, Pemerintah Bakal Umumkan Sebelum April 2026

Menurut Tito, langkah ini penting agar kebijakan pusat dapat berjalan selaras hingga ke tingkat daerah.

“Iya, pasti ada (imbauan ke pemda),” tegasnya.

ASN Berpotensi WFH Satu Hari per Pekan

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, telah memberi sinyal bahwa aturan WFH akan rilis sebelum akhir Maret 2026.

Berdasarkan draf yang tengah disusun, skema WFH direncanakan berlaku satu hari dalam sepekan. Kebijakan ini akan mengikat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), baik PNS maupun PPPK.

Sementara itu, sektor swasta tidak wajib mengikuti aturan ini, melainkan hanya bersifat imbauan.

Ternilai Efektif Tekan Konsumsi Energi

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menilai kebijakan WFH secara selektif tidak akan mengganggu produktivitas ekonomi nasional.

Ia justru melihat langkah ini sebagai solusi fiskal untuk menekan konsumsi energi, terutama penggunaan BBM.

“Kalau kita pilih dengan cermat, misalnya hari Jumat, pasti ada penghematan BBM. Saya tidak tahu detailnya karena angka penghematan bisa berubah tergantung harga minyak,” jelasnya.

BACA JUGA: Ahmad Luthfi Bantah Bersama Fadia Saat OTT KPK: Hanya Bertemu Malam Sebelumnya, Bahas MBG

Penerapan WFH ini diharapkan menjadi salah satu strategi efektif pemerintah dalam menghadapi tantangan global sekaligus menjaga stabilitas konsumsi energi nasional tanpa mengorbankan produktivitas kerja. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp