Jateng

Menepi dari Deru Mesin, Menyusuri Sunyi Gunung Telomoyo Lewat Jalur Arsal

×

Menepi dari Deru Mesin, Menyusuri Sunyi Gunung Telomoyo Lewat Jalur Arsal

Sebarkan artikel ini
pemandangan gunung telomoyo
Pemandangan dari Gunung Telomoyo yang menjadi favorit para pendaki. (Dok. Pribadi)

SEMARANG, beritajateng.tv – Gunung Telomoyo selama ini dikenal sebagai gunung yang “mudah dijangkau”. Jalan aspal memungkinkan siapa pun mencapai ketinggian 1.894 mdpl dengan sepeda motor. Namun, kemudahan itu justru membuat sebagian pendaki memilih cara sebaliknya, berjalan kaki, perlahan, dan penuh kesadaran.

Sekelompok pendaki dari Kota Semarang, Adhik (29), Machfud (26), dan Ida (29) mencoba menepi dari jalur cepat dengan mendaki Gunung Telomoyo via Basecamp Arsal, Dusun Salaran, Desa Tolakan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang.

Berangkat sekitar pukul 11.00 WIB dari Kota Semarang, pilihan jalur tanah ini menghadirkan pengalaman yang sama sekali berbeda dari sekadar “naik ke puncak”.

Langkah awal pendakian masih menyatu dengan kehidupan warga. Jalur setapak membelah kebun, karung pupuk tersandar di ladang, dan warung kecil berdiri sederhana di pinggir jalan. Beberapa petani yang sedang bekerja tak sungkan menyapa, mencairkan suasana sebelum pendaki benar-benar memasuki alam yang lebih hening.

“Siang-siang baru naik Gunung Telomoyo? Panas nanti di atas. Mampir minum dulu,” canda seorang warga sekitar sembari tersenyum ramah.

BACA JUGA: Jadi Magnet Wisata Kabupaten Magelang, Ini 4 Daya Tarik Gunung Telomoyo buat Liburan Sekolah

Namun bagi Adhik, mendaki adalah salah satu self healing paling ampuh untuk memulihkan pikiran. Berbeda dengan pendaki lain, ia tidak mengejar puncak, sunrise atau pun sunrise.

“Aku cuma ingin menikmati alam dan ketenangannya. Karena disini bisa dengar suara alam, daun kena angin, suara burung. Beda kalau di kota berisik,” ujarnya.

Begitu melewati Gapuro Ismoyo, dunia seolah berganti wajah. Tidak ada lagi suara mesin atau klakson, hanya kicau burung, desir angin, dan bunyi langkah kaki yang beradu dengan tanah. Inilah Telomoyo yang jarang dirasakan mereka yang memilih jalur aspal.