FeatureHeadline

Mengenal Kucing Ragdoll yang Mengemaskan, Bermata Biru dan Karakternya Mirip Anjing

×

Mengenal Kucing Ragdoll yang Mengemaskan, Bermata Biru dan Karakternya Mirip Anjing

Sebarkan artikel ini
kucing Ragdoll
Pengusaha dan politisi Endro Dwi Cahyono menggendong kucing Ragdoll di rumahnya. (Ricky Fitriyanto/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Kucing Ragdoll mungkin belum sepopuler kucing ras lainnya seperti Persia dan Anggora. Jenis kucing ini disukai karena memiliki bulu lembut dan sifat yang tenang.

Kucing Ragdoll juga memiliki sifat yang mirip dengan anjing dan harganya cukup mahal.

Salah satu penggemar kucing Ragdoll di Semarang, Endro Dwi Cahyono, berkesempatan membagikan pengalamannya memelihara kucing Ragdoll kepada beritajateng.tv.

Endro menjelaskan, salah satu alasan mengapa ia memilih kucing ini sebagai hewan peliharaan adalah sifatnya yang tenang dan mudah berbaur dengan manusia.

“Ragdoll jenis kucing yang tenang dan bersahabat dengan manusia, terutama anak-anak. Kucing ini enggak galak, friendly, bahkan untuk owner Ragdoll ini bisa jadi temen di rumah,” kata Endro, Minggu 11 Juni 2023.

BACA JUGA: Menikmati Dessert Sekaligus Bermain Bersama Kucing dan Anjing di The Fur Season

Menyinggung soal asal mula Ragdoll, Endro menyebut bahwa Ragdoll merupakan kucing yang diciptakan oleh Ann Baker yang berasal dari Amerika Serikat. Menurutnya, Ann Baker ingin menciptakan hewan peliharaan, dalam hal ini adalah kucing, yang mirip dengan anjing.

“Karena tidak semua orang bisa berinteraksi secara langsung dengan anjing, terutama bagi kaum muslim. Akhirnya diciptakan Ragdoll dengan proses mengawinkan beberapa ras,” lanjutnya.

Punya ciri unik bermata biru

Menggabungkan gen ras Persia, ras Burmuse, dan Ras Birmani, kucing ras Ragdoll memiliki ciri dan karakteristik yang unik. Mulai dari bulunya yang semi-long hair, berukuran besar, memiliki sifat tenang, hingga mudah beradaptasi.

“Ciri-ciri fisiknya itu cantik sekali, anggun. Bulunya tidak long tapi semi long hair, kemudian matanya biru,” jelas Endro yang juga pengusaha biro travel haji dan umroh ini.

Secara fisik, lanjut Endro, Ragdoll adalah salah satu ras yang memiliki ukuran besar. Binatang peliharaan ini mempunyai dada yang lebar dan panggul yang besar, sehingga berat badan Ragdoll jantan sekitar 5,4 hingga 9 kilogram, dan Ragdoll betina mencapai 5,4 hingga 6,8 kilogram.

“Meskipun ras lain lebih besar, tapi Ragdoll juga berbadan besar. Ragdoll bisa mencapai ukuran seperti Maine Coon,” lanjut pria yang juga anggota Komisi E DPRD Jateng itu.

BACA JUGA: Uniknya The Fur Season Pet Resort, Tempat Penitipan Anjing dan Kucing ala Sultan

Soal kepribadian, Ragdoll terkenal mudah beradaptasi. Bahkan, mereka terkenal memiliki kepribadian yang jinak dan manja.

“Kalau kucing lain harus adopt dari kecil supaya bisa bonding, tapi kalau Ragdoll tidak perlu. Adopsi usia dewasa pun butuh waktu sedikit saja dia akan menempel dengan owner yang baru,” jelas politisi PDI Perjuangan ini.

Kucing Ragdoll termahal pernah laku Rp 60 juta

Harga satu ekor kucing lucu ini dibanderol mulai dari Rp 25 juta untuk usia sekitar 2,5 – 3 bulan. Namun pemilik Bellaluna Cattery ini pernah menjual seekor Ragdoll seharga Rp 60 juta.

Endro mengakui bahwa popularitas kucing Ragdoll di Indonesia belum setinggi kucing ras lainnya. Ragdoll tak sepopuler kucing ras dengan bulu pendek seperti British Short Hair (BSH).

Salah satu alasannya, menurut Endro adalah anggapan Ragdoll yang memiliki bulu semi long hair sehingga tidak cocok di Indonesia yang memiliki iklim tropis.

“Banyak catlover yang menganggap Indonesia karena panas sehingga cocoknya kucing-kucing berbulu pendek. Memang ada benarnya namun tidak 100 persen benar, Ragdoll tetap bisa cantik meski di Indonesia,” ungkapnya.

Namun, Endro tak menampik bahwa suhu rata-rata Indonesia yang panas merupakan salah satu tantangan dalam memelihara Ragdoll.

“Tantangannya pasti berbeda, kucing ini di Asia yang cenderung panas daripada dengan Eropa dan negara dingin lainnya, ada di pertumbuhan bulunya. Karena fungsi bulu untuk protect tubuh terhadap suhu yang dingin,” lanjutnya.

Meski begitu, ia yakin Ragdoll tetap bisa bertahan di Indonesia. Yang terpenting, jelas Endro, adalah menyediakan lingkungan yang nyaman untuk Ragdoll dengan suhu yang sejuk dan stabil.

“Suhu dalam ruangannya paling tidak sekitar 27 – 28 derajat celcius,” pungkasnya. (*)

Editor: Ricky Fitriyanto

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp