Gaya Hidup

Menilik Viral Gamis Buka Pintu di Semarang, Bakal jadi Tren Baju Lebaran 2027?

×

Menilik Viral Gamis Buka Pintu di Semarang, Bakal jadi Tren Baju Lebaran 2027?

Sebarkan artikel ini
Sudarti, pedagang baju gamis viral 'buka pintu' yang memamerkan dagangannya di Pasar Johar Tengah Blok Teratai IV, Kota Semarang, Sabtu, 10 Oktober 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)
Sudarti, pedagang baju gamis viral 'buka pintu' yang memamerkan dagangannya di Pasar Johar Tengah Blok Teratai IV, Kota Semarang, Sabtu, 10 Oktober 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Gamis model buka pintu mendadak ramai jadi perbincangan di media sosial.

Model gamis itu tampak simpel, nyaman pemakaiannya, dan kabarnya tidak perlu setrika.

Ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pembeli. Termasuk mereka yang mulai mencari busana untuk seragam hingga Lebaran 2027.

Di balik viralnya gamis buka pintu, ada Sudarti (56), pedagang pakaian di Indra Fashion Pasar Johar Tengah, Kota Semarang. Dia rutin mempromosikan dagangannya melalui TikTok.

Sudarti mengatakan, tidak menyangka salah satu video yang dia buat justru menarik perhatian warganet dan mendatangkan banyak pesanan.

“Waduh, enggak nyangka. Wong setiap hari kan bikin video. Setiap ada orang beli, saya video. Cuma kan enggak tahu yang viral yang mana. Ternyata kok yang model ini yang viral, terus akhirnya banyak pesanan,” kata Sudarti.

Muasal Nama Gamis Buka Pintu

Dia mengatakan, nama buka pintu sebenarnya bukan istilah baru. Model pakaian tersebut sudah lama, dan kembali menarik perhatian setelah video promosinya beredar luas di media sosial.

Menurut dia, nama itu muncul secara spontan untuk menggambarkan bentuk dan gerakan kain ketika orang pakai.

BACA JUGA: Peragaan Busana Kampung Bustaman Kota Semarang, Fesyen Bukan Hanya untuk Kaum Elite

Saat tertiup angin atau bergerak, bagian pakaian tersebut tampak terbuka dan bergoyang.

“Buka pintu kan ini baju dari dulu, sebetulnya sudah lama. Asal bunyi aja. Kalau dipakai kan biak-biak [terbuka] gitu, buka-buka kena angin,” ucap Sudarti.

Pesanan Ratusan Potong Habis, Mulai Dilirik untuk Seragam

Viralnya gamis buka pintu turut mendongkrak penjualan di kios Sudarti. Dia menyebut sejumlah stok yang datang dalam jumlah ratusan potong ludes terjual.

Dia mengaku belum menghitung total pakaian yang sudah terjual sejak model tersebut ramai di media sosial.

“Datang kemarin 324 [pieces] habis. Terus 157 juga habis,” ucap dia.

BACA JUGA: Bersua dengan Star Denver si Anjing Alaskan Malamute Giant, Selebdog asal Kota Semarang

Sudarti bilang, pesanan tidak hanya datang dari pembeli perorangan, namun juga pelanggan yang mencari pakaian untuk seragam.

Permintaan tersebut membuat Sudarti melihat peluang gamis buka pintu menjadi salah satu model yang diminati menjelang Lebaran 2027.

Dia mengatakan, mulai memperhatikan pola belanja pelanggan. Setiap kali ada pembeli datang, model tersebut kerap menjadi pilihan.

“Insya Allah. Soalnya saya melihat dari pasar, setiap ada orang beli yang dibeli model ini. Seragam juga gitu. Akhirnya kok kelihatannya ini model yang besok bakal ramai,” katanya.

BACA JUGA: Nongkrong Sambil Main Mahjong, Ruang Interaksi dalam Tren di Kota Pelabuhan Semarang

Pelanggan Sudarti berasal dari Semarang dan sejumlah daerah lain, seperti Demak dan Salatiga.

Pesanan dari luar daerah juga dilayani melalui pengiriman, termasuk ke wilayah Jawa Timur.

Meski begitu, dia mengatakan, belum bisa memastikan apakah gamis tersebut akan menjadi tren busana Lebaran tahun depan.

Baginya, ramainya permintaan saat ini menjadi tanda bahwa model tersebut sedang banyak pembeli cari.

Klaim Gamis Anti Ribet, Bahannya Tak Perlu Menyetrika

Selain bentuknya yang menarik perhatian, gamis buka pintu menawarkan kepraktisan bagi pemakainya.

Sudarti mengatakan, pakaian itu menggunakan kain Sabrina yang terasa adem dan tidak perlu untuk menyetrika setelah proses cuci.

“Ini kain Sabrina, bahannya Sabrina. Dia tuh nggak usah setrika. Jadi ibu-ibu senangnya gini, yang tanpa gosok. Terutama orang-orang yang malas gosok,” katanya.

BACA JUGA: Ketekunan Seniman Semarang Antar Kaligrafi China Jadi Warisan Budaya Tak Benda

Menurut Sudarti, pakaian cukup rapikan dengan cara mengibaskan agar kembali terlihat rapi. Karakter bahan tersebut menjadi salah satu keunggulan yang ditawarkan kepada pembeli

Terutama pelanggan yang menginginkan busana praktis untuk kegiatan sehari-hari.

Harga Gamis Buka Pintu

Untuk harganya, bilang Sudarti, satu potong gamis buka pintu pada angka Rp175 ribu.

Sementara itu, pelanggan yang membeli dalam jumlah banyak untuk kebutuhan seragam mendapatkan potongan harga sebesar 10 persen.

Gamis viral buka pintu juga tersedia dalam beberapa warna. Salah satunya biru denim seperti yang viral di media sosial.

Sudarti mengatakan, warna biru denim tersebut pelanggan samakan dengan karakter Doraemon. Ini menjadi salah satu warna favorit.

Kemudian ada warna burgundy, cokelat mahogany, biru emerald, dan hitam.

TikTok jadi Jalan Pedagang Pasar Menjangkau Pembeli

Bagi Sudarti, viralnya gamis buka pintu bukan sekadar soal satu model pakaian yang ramai publik bicarakan. Media sosial juga menjadi sarana penting untuk memperkenalkan kembali kiosnya kepada calon pembeli.

Dia bercerita, aktivitas jualannya sempat terdampak kebakaran yang membuat kondisi pasar sepi.

Di mana, kata dia, kontak pelanggan hilang, sementara lokasi berjualan yang berpindah membuat sebagian pelanggan kesulitan menemukan kiosnya.

Situasi itu mendorong Sudarti memanfaatkan TikTok untuk mempromosikan dagangannya. Dia rutin merekam aktivitas jual beli, sedangkan anaknya membantu mengunggah dan menyebarkan video tersebut.

“Kalau nggak ada promosi dari TikTok, orang nggak mungkin tahu tempat saya yang sembunyi gini. Terus akhirnya setiap ada orang beli saya bikin video, saya bikin TikTok. Anak saya yang mempromosikan,” katanya.

Strategi tersebut perlahan membuat kiosnya kembali dikenal. Sudarti menyebut banyak pelanggan yang datang langsung setelah mengetahui dagangannya melalui TikTok.

Pembelinya pun, kata Sudarti, tidak selalu anak muda yang aktif menggunakan media sosial.

Sebagian besar pelanggan tetapnya justru ibu-ibu yang mencari pakaian. Sementara anak-anak mereka membantu menemukan kios melalui konten digital.

“Cuman kebanyakan langganannya ibu-ibu. Ibunya yang cari seragam, terus anaknya yang nunjukkan [kesini],” katanya.

Kini, Sudarti bersyukur karena promosi sederhana yang awalnya dilakukan setiap hari justru membuat dagangannya menjangkau pembeli dari luar kota.

Dia berharap tren gamis buka pintu bisa terus bertahan dan membawa lebih banyak pelanggan ke kiosnya.

“Perasaane yo piye [gimana] yo<span;>, Alhamdulillah lah. Seneng, alhamdulillah dadi tokone diketahui orang terus dikunjungi pembeli,” katanya. (*)

Editor: Diaz A Abidin

 

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp