Gaya Hidup

Peragaan Busana Kampung Bustaman Kota Semarang, Fesyen Bukan Hanya untuk Kaum Elite

×

Peragaan Busana Kampung Bustaman Kota Semarang, Fesyen Bukan Hanya untuk Kaum Elite

Sebarkan artikel ini
Busana Bustaman
Peragaan busana di Kampung Bustaman, Kota Semarang, Sabtu, 22 Februari 2025. (ant)

SEMARANG, beritajateng.tv – Warga Kampung Bustaman, Kota Semarang, tampil memukau dalam peragaan busana bertema “Sukacita Bustaman Pertunjukan Bersama Warga”, Sabtu, 22 Februari 2025.

Gelaran di Kampung Bustaman tersebut merupakan gagasan anggota Komisi VII DPR RI, Samuel Wattimena, yang juga masyhur sebagai perancang busana ternama.

Sebagai bentuk dukungan terhadap industri kreatif, Samuel menggandeng warga setempat sebagai model dalam peragaan tersebut. Ia menegaskan bahwa Kota Semarang telah ditetapkan sebagai kota busana unggulan dalam sektor industri kreatif.

BACA JUGA: Hadiri Fashion Show Bustaman, Iswar Aminuddin Janji Kembangkan Pariwisata Semarang

Oleh sebab itu, sebagai wakil rakyat, Samuel merasa bertanggung jawab untuk turut memperkaya dunia fesyen dengan berbagai karya. Menurutnya, fesyen harus dapat seluruh lapisan masyarakat nikmati.

“Fesyen bukan hanya untuk kaum elite, namun fesyen untuk seluruh golongan masyarakat,” ujarnya.

Peragaan busana ini, kata Samuel, menjadi bagian dari upaya memperkenalkan dan membiasakan fesyen dalam kehidupan sehari-hari.

BACA JUGA: Sambangi Kampung Bustaman Semarang, Wamen Giring Bakal Ubah Aset Negara jadi Pusat Budaya

“Melestarikan budaya lokal akan memperkuat identitas bangsa,” tuturnya.

Acara ini juga termasuk dalam rangkaian tradisi Gebyuran Bustaman yang rutin berlangsung setiap menjelang Ramadan. Tradisi ini memiliki makna kebersamaan dan kebahagiaan yang diwujudkan dalam berbagai kegiatan budaya dan seni.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, menyatakan bahwa kegiatan ini akan menjadi agenda wisata tahunan.

BACA JUGA: Menilik Gebyuran Bustaman, Tradisi Pelunturan Dosa yang Hanya Ada di Kota Semarang, Sudah Pernah Coba?

“Pemerintah berkomitmen mendukung pelestarian budaya ini sebagai bagian dari pengembangan pariwisata kota,” ungkap Iswar

Melestarikan budaya lokal, menurut Iswar, memiliki peran penting dalam memperkuat identitas bangsa.

“Dengan mengangkat potensi fesyen dari masyarakat, acara ini harapannya dapat memperkuat daya tarik Semarang sebagai destinasi wisata berbasis budaya dan kreatif,” tandasnya. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp