Jamaah sekalian, dalam hadis tersebut, Muhammad Saw menjelaskan bahwa ada amalan-amalan tertentu yang menjadi sebab diampuninya dosa serta ditinggikannya derajat seorang hamba. Di antaranya ialah menyempurnakan wudhu dalam keadaan yang terasa sulit dan kurang nyaman.
Tak jarang saat udara pagi begitu dingin atau tubuh sedang tidak fit, kita merasa enggan untuk berwudhu dengan sempurna.
Padahal, justru pada kondisi seperti itulah pahala menjadi lebih besar dan Allah Swt mengangkat kedudukan hamba-Nya.
Kultum Singkat Bermakna
Amalan lain yang diajarkan Nabi adalah bersabar menghadapi hal-hal yang tidak disukai oleh jiwa. Termasuk di dalamnya tetap konsisten menjalankan ibadah dan berbuat kebaikan walaupun terasa berat dan melelahkan.
Rasulullah Saw juga mengisyaratkan bahwa jalan menuju surga di kelilingi oleh perkara-perkara yang tidak tersenangi hawa nafsu.
Namun, siapa pun yang mampu bersabar dan istiqamah dalam ketaatan, maka Allah Swt akan menghapus kesalahannya serta meninggikan derajatnya.
BACA JUGA: Awal Ramadan, Aktivitas Pasar Hewan Ambarawa Masih Lesu pada Hari Pasaran Pon Pertama
Berikutnya, memperbanyak langkah menuju masjid untuk menunaikan shalat berjamaah merupakan amalan yang sangat utama.
Setiap langkah kecil menuju ke rumah Allah akan terbalaskan dengan penghapusan dosa dan peningkatan derajat.
Selain itu, menanti waktu shalat setelah menunaikan shalat sebelumnya menjadi bukti kecintaan dan kerinduan seorang hamba terhadap ibadah.
Inilah yang oleh Muhammad Saw disebut sebagai ribath, yaitu keteguhan hati dalam menjaga ketaatan kepada Allah Swt. (*)





