Pendidikan

Menyentuh Hati! Berikut Contoh Kultum Ramadan yang Singkat Penuh Makna

×

Menyentuh Hati! Berikut Contoh Kultum Ramadan yang Singkat Penuh Makna

Sebarkan artikel ini
khutbah jumat
Ilustrasi khutbah Jumat terbaik. (Foto: freepik).

SEMARANG, beritajateng.tv – Bulan Ramadan merupakan momentum bagi seluruh umat Islam untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik.

Maka dari itu, banyak yang berlomba-lomba melaksanakan ibadah kebaikan di bulan tersebut demi mendapatkan pahala yang berlipat ganda.

Salah satu kegiatan rutin yang sering berlangsung di Masjid yakni adanya pengajian bersama dengan mendengarkan kultum dari ustadz atau tokoh masyarakat di tempat tersebut.

BACA JUGA: Awal Ramadan, Aktivitas Pasar Hewan Ambarawa Masih Lesu pada Hari Pasaran Pon Pertama

Oleh karena itu, kali ini beritajateng.tv akan bagikan beberapa contoh kultum yang singkat namun penuh makna.

Contoh Kultum Ramadan Penuh Makna

Jamaah yang di muliakan Allah, setiap orang pasti mendambakan kemuliaan dan posisi yang tinggi. Karena itu, banyak upaya yang bisa kita tempuh dengan beragam cara demi meraihnya.

Namun, hal yang patut kita renungkan bersama adalah: amalan apakah yang sungguh-sungguh dapat meninggikan derajat kita di sisi Allah Swt?

Menjawab pertanyaan tersebut, Muhammad Saw telah memberikan tuntunan yang jelas melalui sebuah hadis dari Imam Muslim.

Hadis ini menerangkan beberapa amalan sederhana, tetapi memiliki keutamaan besar dalam menghapus dosa serta mengangkat derajat seorang hamba di hadapan Allah.

BACA JUGA: Rekomendasi Tempat Ngabuburit Cantik di Semarang saat Ramadan, Cocok Buat Nunggu Buka Puasa

“Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Ayyub dan Qutaibah serta Ibnu Hujr semuanya dari Ismail bin Ja’far, Ibnu Ayyub berkata, telah menceritakan kepada kami Ismail telah mengabarkan kepada kami Al Ala’ dari bapaknya dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw. telah bersabda: “Maukah kalian aku tunjukkan atas sesuatu yang dengannya Allah menghapus kesalahan-kesalahan dan mengangkat derajat?” Mereka menjawab, “Tentu, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda: “Menyempurnakan wudhu pada saat yang tidak disukai (seperti keadaan yang sangat dingin), banyak berjalan ke masjid, dan menunggu shalat berikutnya setelah shalat. Maka itulah ribath.” (HR. Muslim)