Jateng

Meski Harga Turun, Permintaan Daging Ayam di Kabupaten Semarang Jelang Syawalan Justru Lesu

×

Meski Harga Turun, Permintaan Daging Ayam di Kabupaten Semarang Jelang Syawalan Justru Lesu

Sebarkan artikel ini
harga daging ayam semarang turun
Jelang Syawalan, suasana los daging di pasar Babadan, Kabupaten Semarang cenderung lengang, Jumat, 27 Maret 2026. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

UNGARAN, beritajateng.tv — Meski harga daging ayam mulai berangsur normal setelah Idul Fitri 1447 Hijriah, permintaan masyarakat menjelang Syawalan atau Lebaran Ketupat justru terpantau lesu.

Kondisi ini diungkapkan sejumlah pedagang di Pasar Babadan, Kelurahan Langensari, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jumat, 27 Maret 2026.

Harga daging ayam potong yang sebelumnya sempat mencapai Rp48.000 hingga Rp50.000 per kilogram menjelang Lebaran, kini turun menjadi sekitar Rp40.000 per kilogram. Namun demikian, penurunan harga tersebut belum diikuti peningkatan daya beli masyarakat.

“Untuk saat ini peminat daging ayam potong masih cukup rendah,” ujar Ngatini (56), salah seorang pedagang di los daging Pasar Babadan.

BACA JUGA: Pasca Lebaran, Harga Daging Ayam di Blora Turun, Pedagang Mengeluh Omset Menurun

Ia menjelaskan, penurunan harga sebenarnya sudah cukup signifikan dibandingkan sehari sebelumnya, Kamis, 26 Maret 2026, yang masih berada di kisaran Rp45.000 per kilogram.

“Kalau penyebabnya apa saya kurang tahu. Tapi penjualan hari ini masih lesu, padahal besok sudah Lebaran Ketupat,” tambahnya.

Ngatini mengaku, pada hari-hari biasa di luar momentum Lebaran, ia mampu menjual hingga 1 kuintal daging ayam per hari. Namun hingga menjelang siang, dagangannya belum juga habis.

“Berapapun yang laku tetap saya syukuri. Semoga pekan depan penjualan bisa kembali normal,” ujarnya.

Sementara itu, harga sejumlah kebutuhan pokok lain di pasar yang sama juga mulai mengalami penurunan, meskipun tidak merata.

Pedagang lainnya, Yoto (61), menyebut harga beras masih relatif stabil. Untuk beras kualitas medium bertahan di kisaran Rp15.000 per kilogram, sedangkan beras premium sekitar Rp17.600 per kilogram.

Harga telur ayam tercatat mulai turun tipis. Jika menjelang Lebaran mencapai Rp285.000 per krat atau Rp30.000 per kilogram, kini turun menjadi Rp275.000 per krat atau sekitar Rp29.000 per kilogram.

“Penurunannya masih tipis, hanya sekitar Rp10.000 per krat,” jelasnya.

BACA JUGA: Menyantap Se’i di Hotplate Panas, Cara Baru Menikmati Daging Asap Khas NTT di Semarang

Di sisi lain, harga gula pasir justru mengalami kenaikan. Saat ini berada di kisaran Rp18.000 hingga Rp18.500 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp17.000 per kilogram menjelang Lebaran.

Untuk komoditas cabai rawit, harga mulai berangsur turun dari sebelumnya Rp120.000 per kilogram menjadi sekitar Rp90.000 per kilogram. Bahkan untuk cabai rawit setan (rawit galak), harga kini berada di kisaran Rp80.000 per kilogram, dan sempat turun hingga Rp60.000 beberapa hari lalu.

“Kalau cabai sekarang sudah mulai turun,” pungkasnya. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp