BLORA, beritajateng.tv – Pasca Lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah, harga daging ayam potong mengalami penurunan signifikan.
Sebelumnya, harga daging ayam menjelang hari raya sempat mencapai Rp40.000 per kilogram, namun kini turun menjadi Rp37.000 per kilogram.
Di pasar tradisional Jepon, sejumlah pedagang mengeluhkan penurunan omset harian mereka.
Salah satunya adalah Afifah, pedagang daging ayam potong. Ia mengungkapkan bahwa dua hari setelah Lebaran Ketupat, penjualan daging ayamnya menurun drastis.
“Saat hari raya, saya bisa menjual hingga dua kwintal daging ayam dalam satu hari. Kini, saya hanya mampu menjual sekitar 20 kilogram,” ujarnya.
BACA JUGA: Trafik Data XL Axiata Meningkat 44 Persen di Jateng Selama Libur Lebaran 2025
Afifah juga mencatat bahwa banyak warga kini beralih membeli sayuran hijau seperti bayam, kangkung, dan sawi.
“Kemungkinan mereka sudah bosan dengan masakan berbahan daging dan santan,” lanjutnya.
Meskipun penjualan menurun, Afifah merasa beruntung karena masih ada pembeli, terutama dari kalangan pedagang sayuran rumahan.
“Daging ayam saya tetap habis meskipun sampai siang hari,” kata Afifah, menunjukkan bahwa masih ada permintaan meski tidak sebanyak saat hari raya.
BACA JUGA: Harga Cabai Rawit Merah Melonjak di Pasaran, Tembus Hingga 80 ribu/Kg
Dengan harga yang lebih terjangkau dan perubahan selera masyarakat, para pedagang berharap penjualan daging ayam potong akan kembali normal dalam waktu dekat. (*)
Editor: Farah Nazila





